SAMARINDA – Federasi Savate Indonesia (FSI) Kalimantan Timur memasang target tinggi pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Savate 2026 yang akan digelar di Uluwatu, Bali, November mendatang. Setelah beberapa kali menempati posisi runner-up, kontingen Benua Etam kini membidik gelar juara umum.
Optimisme tersebut didasari capaian konsisten Kaltim dalam sejumlah Kejurnas sebelumnya. Kaltim tercatat selalu berada di posisi kedua dan menjadi salah satu kekuatan utama Savate nasional.
Sekretaris Umum FSI Kaltim, Muhammad Azzam, mengatakan hasil pada kejuaraan-kejuaraan sebelumnya menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan tahun ini.
“Beberapa kali kami ikut Kejurnas, termasuk di Bali dan Jawa Barat, Kaltim selalu berada di peringkat kedua. Artinya kami banyak memperoleh medali perak. Target kami tahun ini bisa merebut podium pertama atau menjadi juara umum,” ujarnya.
Savate merupakan olahraga bela diri asal Prancis yang mengombinasikan teknik pukulan dan tendangan dalam sistem pertarungan full contact. Meski sekilas mirip kickboxing atau muay thai, Savate memiliki aturan dan teknik khas yang membedakannya dari cabang bela diri lainnya.
Di Kalimantan Timur, olahraga ini mulai berkembang sejak 2023. Dalam waktu relatif singkat, Savate berhasil memperluas jaringan organisasi hingga akhirnya resmi diterima sebagai anggota Komite Olahraga Nasional Indonesia Kalimantan Timur pada 2026.
Menurut Azzam, saat ini kepengurusan Savate telah terbentuk di seluruh 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat pembinaan atlet di daerah.
“Sejak 2024 kepengurusan kabupaten kota sudah lengkap. Jadi sekarang Savate sudah ada di seluruh daerah di Kaltim,” katanya.
FSI Kaltim mencatat sekitar 420 atlet aktif yang terdiri atas putra dan putri. Khusus di Samarinda, jumlah atlet yang terdata mencapai sekitar 80 orang.
Menariknya, tidak semua atlet berasal dari cabang olahraga bela diri lain. Banyak atlet yang mulai mengenal dunia olahraga tarung melalui Savate.
“Ada yang memang dari cabor lain, tetapi banyak juga yang benar-benar baru dan mulai berlatih di Savate,” ujarnya.
Untuk memperluas pembinaan, FSI Kaltim berencana melakukan sosialisasi ke tingkat SMP, SMA, hingga perguruan tinggi. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaring lebih banyak atlet muda potensial.
“Kami akan melakukan sosialisasi ke sekolah dan kampus agar semakin banyak atlet baru yang bergabung,” jelasnya.
Selain fokus menghadapi Kejurnas Bali, FSI Kaltim juga akan menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada Juli mendatang dengan Samarinda sebagai tuan rumah. Kejuaraan tersebut akan mempertandingkan nomor combat dan seni sebagai bagian dari proses seleksi atlet.
Meski perkembangan organisasi dan jumlah atlet menunjukkan tren positif, FSI Kaltim masih menghadapi tantangan dalam pembinaan atlet putri.
“Kendala kami saat ini memang di perekrutan atlet perempuan. Untuk atlet putra cukup banyak, tetapi atlet putri masih perlu ditambah agar pembinaan lebih merata,” tutup Azzam.
Editor : Muhammad Ridhuan