SAMARINDA – Kebijakan efisiensi anggaran berdampak pada pelaksanaan cabang olahraga balap motor dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026. Durasi pertandingan yang semula dirancang berlangsung selama lima hari kini dipangkas menjadi hanya tiga hari.
Ketua Umum IMI Kaltim, Narto Bulang, mengatakan perubahan tersebut memaksa panitia menyusun ulang jadwal dan skema pertandingan agar seluruh nomor tetap dapat dipertandingkan sesuai ketentuan.
“Biasanya Porprov balap motor itu lima hari. Satu hari persiapan, satu hari technical meeting, satu hari latihan resmi, lalu dua hari pertandingan final. Sekarang karena efisiensi hanya diberikan tiga hari,” ujarnya.
Menurut Narto, sejumlah tahapan pelaksanaan harus disederhanakan. Salah satunya dengan menggabungkan sesi latihan resmi dengan agenda lainnya agar waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Nanti setelah technical meeting langsung latihan. Besoknya balapan, lalu hari berikutnya balapan lagi. Jadi semua harus lebih padat,” katanya.
Meski waktu pelaksanaan lebih singkat, IMI Kaltim memastikan seluruh nomor pertandingan tetap digelar. Pada Porprov 2026, balap motor akan mempertandingkan delapan nomor.
Sebanyak enam nomor berasal dari kategori balap motor, sedangkan dua nomor lainnya berasal dari kategori Tamiya yang untuk pertama kalinya masuk sebagai cabang yang dipertandingkan dalam Porprov.
“Yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah pengaturan jadwal untuk Tamiya karena ini kategori baru. Tapi tetap masuk dalam Porprov,” jelasnya.
Dari sisi persiapan, Narto memastikan berbagai kebutuhan teknis terus dimatangkan. Sirkuit yang akan digunakan telah selesai dibangun, sementara kepanitiaan daerah juga telah dibentuk oleh pengurus cabang IMI Kabupaten Paser selaku tuan rumah.
Saat ini, fokus utama diarahkan pada penyediaan motor yang akan digunakan peserta. Seluruh pembalap nantinya diwajibkan menggunakan motor dengan spesifikasi yang sama guna menjaga prinsip sportivitas dan kesetaraan kompetisi.
“Motor disiapkan dengan standar yang sama. Pengurus kabupaten dan kota membeli melalui pengurus provinsi supaya tidak ada perbedaan spesifikasi atau modifikasi tertentu yang bisa menguntungkan salah satu peserta,” terangnya.
Selain mempersiapkan Porprov, IMI Kaltim juga tengah menjalankan sejumlah agenda otomotif lainnya. Pada akhir pekan ini, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) balap motor seri keempat digelar di Kutai Kartanegara.
Sementara itu, Kejurprov drag race mobil berlangsung di kawasan Bandara Temindung, sedangkan kontes modifikasi mobil diselenggarakan di City Centrum Mall.
Narto menjelaskan seluruh seri Kejurprov menjadi bagian dari pengumpulan poin menuju penentuan juara umum musim kompetisi tahun ini.
“Tahun ini ada 13 seri. Atlet wajib mengikuti karena poin dari setiap seri akan diakumulasi sampai akhir musim untuk menentukan peringkat dan penghargaan,” ujarnya.
Untuk Porprov 2026, hampir seluruh pengurus cabang IMI kabupaten dan kota dipastikan ikut ambil bagian. Dari 10 daerah di Kalimantan Timur, hanya Mahakam Ulu yang belum terlibat dalam persiapan sejak awal. Dengan demikian, sembilan daerah diproyeksikan bersaing memperebutkan medali di cabang balap motor.
Editor : Muhammad Ridhuan