SAMARINDA – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII 2026 di Kabupaten Paser tidak hanya menjadi ajang perebutan medali bagi atlet ski air dan wakeboard. Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) Kaltim juga akan memanfaatkan kejuaraan tersebut sebagai sarana menjaring atlet potensial untuk dipersiapkan menuju Pra-PON.
Sekretaris Umum PSAWI Kaltim Deny Fahrianur mengatakan Porprov menjadi momentum penting untuk melihat perkembangan atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Hasil yang diperoleh dalam kompetisi nantinya akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menyusun kekuatan tim untuk menghadapi agenda nasional.
Baca Juga: PSAWI Kaltim Target Bentuk Pengcab Mahulu dan PPU, Perluas Pembinaan Atlet Ski Air
“Pada saat ini kami sedang dalam persiapan menghadapi Porprov. Sekaligus kami mencari bakat dan melakukan seleksi untuk persiapan Pra-PON ke depannya,” ujarnya.
Menurut Deny, seluruh daerah yang memiliki atlet ski air dan wakeboard dapat mengikuti Porprov. Namun, kuota atlet yang akan diproyeksikan ke level berikutnya akan ditentukan berdasarkan capaian selama pertandingan.
“Kalau untuk Porprov ini semua daerah yang menjadi peserta bisa ikut. Tinggal nanti kuota kelolosannya saja yang berbeda-beda dari setiap daerah,” katanya.
Selain menjadi ajang seleksi, Porprov juga diharapkan mampu memperkuat regenerasi atlet. PSAWI Kaltim menilai kejuaraan tingkat provinsi menjadi wadah ideal untuk melihat potensi atlet muda yang selama ini menjalani pembinaan di daerah masing-masing.
Di sisi lain, PSAWI Kaltim juga mulai mempersiapkan atlet menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Ski Air dan Wakeboard yang dijadwalkan berlangsung di Nusa Tenggara Barat pada Desember mendatang.
“Jadwal yang kami terima dari PB PSAWI, Kejurnas rencananya akan dilaksanakan di NTB pada Desember,” ujarnya.
Baca Juga: Perangkat Porprov Paser Disusun Ulang, KONI Kaltim Kejar Waktu
Untuk pelaksanaan Porprov, PSAWI Kaltim mengusulkan Kabupaten Paser sebagai lokasi pertandingan. Koordinasi dengan pemerintah daerah, Dispora, KONI, dan panitia pelaksana terus dilakukan guna memastikan kesiapan venue.
“Insyaallah di Paser. Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di sana. Kalau cabang olahraga dayung bisa dilaksanakan di lokasi itu, kebutuhan venue ski air dan wakeboard kurang lebih sama. Saat ini peluangnya sudah sekitar 80 sampai 90 persen,” jelasnya.
Deny menambahkan, pihaknya juga berupaya meringankan beban pengurus cabang di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang terjadi di sejumlah daerah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah meniadakan iuran tahunan pengcab serta biaya pendaftaran peserta dalam beberapa kegiatan organisasi.
“Kami memahami kondisi efisiensi anggaran yang dialami daerah. Karena itu beberapa kewajiban administrasi yang biasanya ada untuk pengcab sementara kami tiadakan agar pembinaan tetap berjalan,” pungkasnya.