Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

POSSI Kaltim Pantau Kesiapan Atlet Selam Jelang Porprov Paser, Tujuh Daerah Dipastikan Ambil Bagian

Nasya Rahaya • Kamis, 18 Juni 2026 | 19:38 WIB
Ketua POSSI Kaltim Sutarno Wijaya.
Ketua POSSI Kaltim Sutarno Wijaya.

SAMARINDA – Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kalimantan Timur mulai memantau kesiapan kabupaten dan kota menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim di Kabupaten Paser. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh atlet yang lolos babak kualifikasi dapat mengikuti pertandingan meski sejumlah daerah menghadapi keterbatasan anggaran.

Ketua POSSI Kaltim, Sutarno Wijaya, mengatakan hingga saat ini terdapat tujuh daerah yang diproyeksikan ambil bagian pada cabang olahraga selam. Ketujuh daerah tersebut yakni Kabupaten Paser sebagai tuan rumah, Penajam Paser Utara (PPU), Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara (Kukar), Bontang, dan Kutai Timur.

“Alhamdulillah hasil babak kualifikasi Porprov kemarin sudah ada sekitar enam kabupaten/kota yang siap. Ditambah tuan rumah Paser, jadi ada tujuh daerah yang akan ikut,” ujarnya.

Baca Juga: Sutarno Wijaya Pimpin POSSI Kaltim, Bidik Medali Emas PON 2028

Meski demikian, Sutarno mengakui efisiensi anggaran yang terjadi di sejumlah daerah berpotensi memengaruhi jumlah atlet yang diberangkatkan ke Porprov. Karena itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dan pemantauan terhadap masing-masing pengurus kabupaten/kota.

“Kami terus monitoring setiap kabupaten/kota supaya atlet yang sudah mendapatkan kuota bisa diberangkatkan secara maksimal,” katanya.

Menurutnya, kehadiran seluruh atlet yang lolos kualifikasi penting untuk menjaga kualitas kompetisi sekaligus memastikan seluruh nomor pertandingan dapat berjalan sesuai rencana.

“Supaya nomor lomba yang sudah diprogramkan tidak kosong. Harapan kita event Porprov ini bisa terlaksana secara maksimal dan berkualitas,” tambahnya.

Baca Juga: Perangkat Porprov Paser Disusun Ulang, KONI Kaltim Kejar Waktu

Sutarno juga menyoroti perubahan peta persaingan olahraga selam di Kaltim. Jika sebelumnya Balikpapan menjadi daerah yang dominan, kini kekuatan mulai bergeser ke Kutai Kartanegara dan Samarinda.

“Sekarang yang cukup dominan itu Kukar dan Samarinda,” ujarnya.

Di sisi lain, kepengurusan baru POSSI Kaltim akan memfokuskan program kerja pada penguatan pembinaan atlet usia dini. Langkah awal yang dilakukan adalah konsolidasi organisasi serta pembenahan kepengurusan kabupaten/kota yang masa baktinya segera berakhir.

POSSI juga mendorong setiap daerah lebih aktif menggelar kejuaraan antarklub untuk menjaring atlet potensial sebelum masuk pembinaan tingkat provinsi.

“Nanti tugas pengprov tidak lagi memulai dari nol. Kabupaten/kota yang menyiapkan atlet, kemudian kami tinggal memoles atlet yang sudah terbina,” jelasnya.

Selain itu, pengurus daerah diminta memperluas sosialisasi olahraga selam ke sekolah-sekolah guna memperkuat regenerasi atlet.

“Kami berharap bibit-bibit atlet tumbuh dari sekolah. Kalau pembinaan di daerah berjalan baik dan kompetisi rutin dilakukan, maka saat kejuaraan provinsi atlet sudah terseleksi dengan baik,” katanya.

Sementara itu, nomor laut atau open water yang selama ini menjadi salah satu kekuatan Kaltim dipastikan tidak dipertandingkan pada Porprov Paser. Padahal, Kaltim memiliki sejumlah atlet potensial di nomor tersebut, terutama dari Kabupaten Berau.

“Untuk nomor laut memang tidak dipertandingkan. Sebenarnya atlet kita ada. Selama ini pembinaan banyak dilakukan di kawasan Tanjung Batu, Berau,” ujar Sutarno.

Meski demikian, atlet open water tetap akan dipersiapkan menghadapi babak kualifikasi PON yang dijadwalkan berlangsung tahun depan.

Selain fokus pada Porprov, POSSI Kaltim juga akan mengirim atlet kelompok umur ke Kejuaraan Nasional Selam di Bali pada Juli mendatang. Sutarno optimistis atlet muda Kaltim masih mampu bersaing dan meraih medali di tingkat nasional.

“Kalau target medali, biasanya emas, perak, atau perunggu selalu ada. Tapi untuk juara umum kita realistis karena jumlah atlet kita masih terbatas dibanding daerah-daerah besar,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
#POSSI Kaltim #babak kualifikasi PON #Porprov Kaltim #efisiensi anggaran