BALIKPAPAN – Yarpan Hakim dipastikan menjadi calon tunggal Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kalimantan Timur periode 2026-2030. Kepastian itu diperoleh setelah dirinya menjadi satu-satunya kandidat yang mengambil formulir pendaftaran dalam tahapan penjaringan calon ketua baru.
Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) Calon Ketua ABTI Kaltim, Suhadi, menjelaskan proses pengambilan formulir bakal calon berlangsung pada 22 hingga 23 Juni 2026 di dua lokasi, yakni Balikpapan dan Samarinda.
Namun hingga batas akhir pendaftaran, tidak ada kandidat lain yang mengambil formulir di Samarinda maupun Balikpapan.
“Mengacu pada jadwal yang ditetapkan, hingga batas akhir pengambilan formulir pada Selasa pukul 16.00 Wita, hanya ada satu bakal calon yang mengambil formulir pendaftaran atas nama Yarpan Hakim dari Balikpapan,” ujarnya.
Baca Juga: Suryadi Gunawan Tegaskan Tak Maju Lagi, Ini Syarat Bagi Ketua ABTI Kaltim Selanjutnya
Dengan kondisi tersebut, Yarpan dipastikan menjadi calon tunggal dalam pemilihan Ketua ABTI Kaltim periode 2026-2030. Ia juga telah mengantongi dukungan tujuh suara yang menjadi modal kuat menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) ABTI Kaltim yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (27/6) di Grand Tiga Mustika Balikpapan.
Menjelang Musprov, Yarpan telah menyiapkan sejumlah program prioritas untuk meningkatkan kualitas pembinaan olahraga bola tangan di Kalimantan Timur. Salah satu fokus utamanya adalah pembangunan fasilitas latihan khusus bagi atlet bola tangan.
Menurutnya, hingga saat ini atlet masih menghadapi keterbatasan sarana latihan yang sesuai standar. Karena itu, pembangunan lapangan bola tangan menjadi salah satu target yang ingin direalisasikan mulai 2027.
“Kami sudah menyiapkan rencana dan melihat peluang ketersediaan lahan untuk mendukung program tersebut,” katanya.
Selain pengembangan sarana dan prasarana, Yarpan juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya pelatih dan wasit. Program sertifikasi dan pelatihan akan diperluas agar pelatih maupun wasit daerah memiliki kompetensi yang setara dengan standar nasional.
“Peningkatan kualitas pelatih dan wasit ini perlu dilakukan melalui sertifikasi serta berbagai pelatihan. Dengan begitu pembinaan atlet juga akan semakin baik,” tegasnya.
Tak hanya itu, Yarpan juga berencana menghadirkan kejuaraan bola tangan antar sekolah se-Kalimantan Timur sebagai agenda rutin tahunan. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan usia dini sekaligus menjaring atlet-atlet potensial dari berbagai daerah.
Untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara, ia bahkan menyiapkan langkah strategis dengan mendatangkan pelatih asing guna meningkatkan kualitas teknik permainan serta memperluas pengalaman atlet dan pelatih lokal.
Baca Juga: Pimpin Muaythai Kaltim, Rusdiansyah Aras Pasang Target Emas PON 2028
Yarpan menegaskan capaian prestasi yang telah diraih ABTI Kaltim selama periode sebelumnya akan dipertahankan dan ditingkatkan melalui sistem pembinaan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, serta berorientasi pada standar internasional.
“Yang jelas, kami ingin atlet, pelatih, dan wasit Kaltim mendapatkan pengalaman yang lebih luas sehingga memiliki daya saing yang lebih baik. Tentu tujuannya standar yang lebih tinggi dan berorientasi internasional,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan