Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Belum Punya Lintasan Sepatu Roda Berstandar Nasional, Atlet Balikpapan Masih Latihan di Area Parkir Islamic Center

Nuron Setya Wijaya • Rabu, 15 Juli 2026 | 05:19 WIB
Atlet sepatu roda Balikpapan latihan di area parkir Islamic Center. (FOTO NURON/KP)
Atlet sepatu roda Balikpapan latihan di area parkir Islamic Center. (FOTO NURON/KP)

KALTIMPOST.ID-Keterbatasan sarana masih menjadi tantangan utama pembinaan olahraga sepatu roda di Balikpapan.

Hingga kini, kota ini belum memiliki lintasan sepatu roda berstandar nasional sehingga para atlet terpaksa memanfaatkan area parkir Islamic Center sebagai lokasi latihan rutin.

Pelatih Kepala Nusantara Inline Skate (NIS) Balikpapan Ari Pramono mengatakan, area parkir Islamic Center menjadi satu-satunya tempat di Balikpapan yang memiliki luas mendekati ukuran lintasan sepatu roda.

Meski demikian, fasilitas tersebut belum memenuhi standar yang dibutuhkan untuk latihan maupun penyelenggaraan kejuaraan resmi.

“Kalau untuk latihan yang proper, arena yang luasnya menyerupai track sepatu roda nasional hanya di Islamic Center. Kami tidak punya tempat lain selain di sini,” ujarnya.

Baca Juga: Kasus Penyitaan 1.205 Batang Kayu di Balikpapan, Kuasa Hukum Sebut Pemilik Korban Dugaan Dokumen Hasil Hutan Palsu

Menurut Ari, penggunaan area parkir tersebut dilakukan atas izin pengelola Islamic Center. Selama belum tersedia lintasan khusus, lokasi itu menjadi pilihan utama bagi para atlet untuk menjalani program latihan secara rutin.

Namun, kondisi tersebut dinilai memengaruhi perkembangan olahraga sepatu roda di Balikpapan.

Ari mengaku sejak mulai terlibat dalam pembinaan atlet pada 2022, perkembangan cabang olahraga ini belum mengalami peningkatan yang signifikan.

“Perkembangan sepatu roda di Balikpapan masih cenderung datar. Salah satu penyebab utamanya karena kami belum memiliki lintasan sendiri. Yang digunakan sekarang hanya area parkir yang dipinjam dan tentu belum memenuhi standar,” katanya.

Selain persoalan fasilitas, minimnya eksposur kepada masyarakat juga menjadi kendala. Ari menilai olahraga sepatu roda masih belum banyak dikenal karena lokasi latihan berada di area yang tidak mudah terlihat oleh masyarakat umum.

Baca Juga: MPLS Jadi Awal Tanamkan Karakter, Kepala SD Patra Dharma 1 Balikpapan Ajak Siswa Berani Bermimpi Besar

Menurutnya, sebagian besar warga baru mengetahui aktivitas latihan ketika berkunjung ke kawasan Islamic Center. 

Kondisi itu membuat upaya memperkenalkan olahraga sepatu roda kepada masyarakat berjalan lebih lambat dibanding cabang olahraga lain yang memiliki fasilitas khusus.

Padahal, Balikpapan telah memiliki klub sepatu roda aktif sejak 2015 di bawah naungan Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Porserosi) Balikpapan.

Meski pembinaan terus berjalan, keterbatasan lintasan masih menjadi hambatan utama dalam meningkatkan prestasi atlet.

Ari berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan fasilitas olahraga tersebut.

Keberadaan lintasan berstandar nasional dinilai tidak hanya mendukung peningkatan kualitas latihan atlet, tetapi juga membuka peluang Balikpapan menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan serta menarik minat masyarakat untuk menekuni olahraga sepatu roda.

“Harapan kami sederhana, Balikpapan memiliki lintasan sepatu roda berstandar nasional. Tidak harus mewah, tetapi sesuai standar sehingga pembinaan atlet bisa berjalan lebih maksimal,” tutupnya. (rd)

Editor : Romdani.
penajam paser utara sepatu roda ibu kota nusantara Islamic Center Balikpapan dome balikpapan