Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Push Bike Balikpapan Jadi Alternatif Kurangi Ketergantungan Gadget dan Tingkatkan Aktivitas Fisik Anak

Nuron Setya Wijaya • Rabu, 15 Juli 2026 | 06:24 WIB
Push Bike. (FOTO NURON/KP)
Push Bike. (FOTO NURON/KP)

KALTIMPOST.ID-Meningkatnya penggunaan gawai di kalangan anak-anak menjadi perhatian banyak orangtua.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, olahraga push bike mulai berkembang sebagai alternatif aktivitas luar ruangan yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga membantu mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget.

Di Balikpapan, komunitas push bike menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengisi waktu dengan kegiatan fisik yang menyenangkan.

Melalui sepeda tanpa pedal, anak-anak dilatih menjaga keseimbangan, meningkatkan koordinasi tubuh, membangun keberanian, sekaligus belajar bersosialisasi dengan teman seusianya.

Baca Juga: Kasus Penyitaan 1.205 Batang Kayu di Balikpapan, Kuasa Hukum Sebut Pemilik Korban Dugaan Dokumen Hasil Hutan Palsu

Pelatih Push Bike Balikpapan Safarudin mengatakan, salah satu tujuan utama pembinaan olahraga tersebut adalah memberikan ruang bagi anak untuk lebih banyak bergerak dibanding menghabiskan waktu di depan layar.

“Harapannya, dengan olahraga ini anak-anak bisa mengurangi penggunaan gadget. Mereka punya aktivitas positif di luar rumah, bisa bergerak, bermain, sekaligus berinteraksi dengan teman-temannya,” ujarnya.

Menurut Safarudin, push bike memberikan banyak manfaat bagi perkembangan anak usia dini.

Selain melatih kemampuan motorik dan keseimbangan, olahraga ini juga membantu membangun rasa percaya diri sejak dini melalui berbagai tantangan yang dihadapi di lintasan.

Ia menjelaskan, sebagian besar anak awalnya datang hanya untuk mencoba mengendarai sepeda.

Namun, setelah mengikuti latihan secara rutin, mereka mulai terbiasa dengan aktivitas fisik, mampu mengikuti instruksi pelatih, serta berani menghadapi tantangan baru.

“Push bike bukan sekadar soal menang atau kalah dalam perlombaan. Yang lebih penting adalah membentuk keberanian, keseimbangan, dan rasa percaya diri anak sebagai bekal untuk perkembangan mereka,” katanya.

Baca Juga: MPLS Jadi Awal Tanamkan Karakter, Kepala SD Patra Dharma 1 Balikpapan Ajak Siswa Berani Bermimpi Besar

Dalam proses pembinaan, Safarudin mengakui pendekatan kepada peserta membutuhkan kesabaran.

Setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Ada yang cepat beradaptasi, tetapi tidak sedikit yang memerlukan waktu untuk merasa nyaman dengan lingkungan latihan maupun pelatih.

“Tantangan terbesar adalah membangun kedekatan dengan anak-anak. Ada yang awalnya takut bertemu pelatih atau belum berani mencoba lintasan. Sehingga harus didampingi secara bertahap sampai mereka percaya diri,” jelasnya.

Saat ini, peserta latihan push bike di Balikpapan berasal dari berbagai wilayah dengan rentang usia sekitar tiga hingga 11 tahun.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi pilihan aktivitas yang lebih sehat sekaligus mendukung tumbuh kembang anak di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital.

Safarudin berharap semakin banyak orang tua mengenalkan olahraga kepada anak sejak usia dini.

Menurutnya, teknologi tetap memiliki manfaat, namun perlu diimbangi dengan aktivitas fisik agar perkembangan motorik, sosial, dan mental anak dapat tumbuh secara optimal.

“Anak-anak tidak bisa lepas dari teknologi, tetapi harus ada keseimbangan. Dengan olahraga, mereka menjadi lebih aktif, sehat, dan memperoleh pengalaman baru bersama teman-temannya,” tutupnya. (rd)

Editor : Romdani.
gadget anak Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud Push Bike ibu kota nusantara dome balikpapan