Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Dovist Calvino Terpilih sebagai Ketua FPTI Samarinda 2026–2030, Siapkan Talent Scouting dan Sertifikasi Pelatih

Nasya Rahaya • Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:52 WIB
Dovist Calvino terpilih secara aklamasi sebagai ketua FPTI Samarinda periode 2026–2030. (FOTO NASYA/KP) 
Dovist Calvino terpilih secara aklamasi sebagai ketua FPTI Samarinda periode 2026–2030. (FOTO NASYA/KP) 

KALTIMPOST.ID-Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Samarinda memasuki babak baru kepemimpinan.

Dovist Calvino terpilih secara aklamasi sebagai Ketua FPTI Samarinda periode 2026–2030 dalam Musyawarah Kota (Muskot) yang digelar di Hotel Claro Pandurata, Kompleks GOR Kadrie Oening, Samarinda, Sabtu (18/7).

Dovist menjadi calon tunggal dalam musyawarah tersebut dan menggantikan kepemimpinan Faizal yang telah menuntaskan masa jabatan periode 2021–2025.

Setelah terpilih, ia langsung memaparkan sejumlah program prioritas yang akan menjadi fokus organisasi selama lima tahun ke depan, mulai penguatan tata kelola organisasi hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di cabang olahraga panjat tebing.

Menurut Dovist, pembinaan atlet tidak dapat berjalan optimal tanpa didukung organisasi yang sehat dan profesional.

Baca Juga: Bryan Cesar Latih Peserta Mini Soccer 3 on 3 Competition di Balikpapan, Sebut Kota Minyak Tak Kekurangan Talenta Sepak Bola

Karena itu, langkah pertama yang akan dilakukan adalah menyusun kepengurusan yang solid, transparan, dan akuntabel sebagai fondasi pengembangan prestasi.

Ia menilai organisasi yang kuat akan mempermudah pelaksanaan program pembinaan secara berkelanjutan.

Setelah struktur organisasi terbentuk, perhatian akan diarahkan pada peningkatan kompetensi pelatih, juri, serta pembuat jalur atau route setter melalui berbagai program sertifikasi.

“Setelah pengurus terbentuk dan solid, baru kita bicara bagaimana memiliki pelatih bersertifikasi, juri bersertifikasi, hingga pembuat jalur (route setter) yang juga tersertifikasi. Setelah itu baru kita fokus mengembangkan atlet agar bisa berprestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” ujarnya.

Selain penguatan SDM, Dovist juga menyiapkan program talent scouting untuk memperluas basis pembinaan atlet usia dini.

Program tersebut akan dilaksanakan bekerja sama dengan klub-klub panjat tebing di Samarinda melalui kunjungan ke sekolah-sekolah, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA.

Baca Juga: BRI KKB Expo: Mendekatkan Akses Pembiayaan Kendaraan hingga ke Pelosok Negeri

Melalui kegiatan tersebut, FPTI ingin memperkenalkan olahraga panjat tebing kepada lebih banyak pelajar sekaligus menjaring bibit-bibit atlet potensial sejak dini. 

Peserta yang menunjukkan minat dan kemampuan akan mendapat kesempatan mengikuti pembinaan secara berjenjang.

“Nanti siapa pun yang ingin mencoba memanjat akan kami fasilitasi dan latih. Dari situ kami bisa melihat potensi-potensi yang bisa dibina menjadi atlet berprestasi. Tapi ini tentu tidak bisa instan, butuh proses dan dukungan banyak pihak,” katanya.

Ia menegaskan, keberhasilan program pembinaan tidak hanya bergantung pada organisasi olahraga.

Dukungan dari KONI Samarinda, Pemkot Samarinda, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), dunia usaha, hingga masyarakat dinilai menjadi faktor penting agar pembinaan atlet dapat berlangsung secara berkesinambungan.

Dovist mengakui amanah memimpin FPTI Samarinda merupakan pengalaman baru baginya. Meski demikian, dunia panjat tebing bukan hal asing.

Ketertarikannya terhadap olahraga tersebut telah tumbuh sejak duduk di bangku SMA ketika aktif di organisasi siswa pecinta alam.

Ketika melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, ia kembali aktif di organisasi mahasiswa pecinta alam dan rutin mengikuti berbagai kejuaraan panjat tebing tingkat antarkota maupun antarprovinsi. Pengalaman tersebut juga membawanya mengantongi sertifikasi pelatih panjat tebing.

Aktivitasnya di cabang olahraga ini sempat terhenti sejak 2011. Namun, keterlibatannya kembali dimulai ketika anaknya mengikuti latihan panjat tebing.

Baca Juga: Mitsubishi New Xforce HEV Resmi Meluncur, SUV Hybrid Pertama Diproduksi di Indonesia dengan Jarak Tempuh Lebih dari 1.000 Kilometer

Dari situ ia kembali membangun komunikasi dengan pengurus FPTI tingkat kota maupun provinsi hingga dipercaya menjadi manajer tim Samarinda pada Kejuaraan Provinsi Kelompok Umur 2026.

Dalam ajang tersebut, tim panjat tebing Samarinda berhasil menempati peringkat keempat tingkat Kaltim.

Capaian itu menjadi salah satu alasan munculnya dorongan dari berbagai pihak agar Dovist bersedia memimpin organisasi.

“Awalnya saya tetap menolak. Tapi dorongan itu semakin kuat. Saya akhirnya meminta masukan dari tokoh-tokoh panjat tebing dan yang paling penting berdiskusi dengan istri. Setelah mendapat restu, saya memutuskan siap menjadi calon ketua FPTI Samarinda,” ungkapnya.

Melalui kepengurusan baru, Dovist berharap FPTI Samarinda mampu membangun sistem pembinaan yang lebih terstruktur, mulai dari penjaringan atlet, peningkatan kualitas pelatih, hingga penyelenggaraan kompetisi yang berkelanjutan.

Dengan langkah tersebut, ia optimistis panjat tebing Samarinda dapat kembali melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. (rd)

Editor : Romdani.
PON 2028 panjat tebing ibu kota nusantara Porprov 2026 Paser Kutai Barat