KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Regenerasi atlet menjadi pekerjaan rumah yang terus dihadapi cabang olahraga catur di Kalimantan Timur. Di tengah persaingan yang semakin ketat, pembinaan sejak usia dini dinilai menjadi kunci agar prestasi Benua Etam tetap terjaga di level nasional.
Isu itulah yang mengemuka dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kaltim. Forum tersebut kembali menetapkan Akhmed Reza Fachlevi sebagai Ketua Umum Percasi Kaltim periode 2026–2030.
Musprov kali ini juga dirangkaikan dengan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Percasi Kaltim yang mempertemukan pecatur dari berbagai kabupaten dan kota.
Kejuaraan tersebut tak sekadar memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi ruang pencarian bibit atlet yang diproyeksikan memperkuat Kaltim pada berbagai ajang mendatang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman Rading menilai tantangan terbesar Percasi saat ini bukan hanya mempertahankan prestasi, melainkan memastikan regenerasi atlet berjalan secara berkesinambungan.
Sebab, pembinaan tidak boleh berhenti pada kejuaraan tingkat provinsi. Pengurus cabang di seluruh kabupaten dan kota didorong aktif menggelar kompetisi agar semakin banyak atlet muda memperoleh jam terbang.
"Selamat kepada ketua terpilih yang kembali terpilih memimpin Percasi Kaltim. Saya berharap pembinaan atlet usia dini terus berjalan melalui berbagai kejuaraan secara berkelanjutan," ujarnya, Minggu (19/7).
Ia juga menyentil rencana pembentukan Rumah Catur atau Akademi Catur yang digagas Percasi Kaltim. Katany, keberadaan pusat pembinaan tersebut dapat menjadi fondasi untuk membangun sistem pembinaan yang lebih terstruktur.
"Tadi sudah disampaikan akan dibentuk Rumah Catur atau Akademi Catur. Ini menjadi langkah yang sangat baik karena merupakan bentuk pembinaan jangka panjang bagi atlet-atlet muda daerah," katanya.
Rasman menambahkan, keterbatasan anggaran yang saat ini dihadapi banyak organisasi olahraga tidak seharusnya menghambat proses pembinaan. Ia menilai kreativitas pengurus dan dukungan keluarga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pembinaan atlet.
"Efisiensi anggaran jangan menjadi alasan untuk mengurangi pembinaan. Yang diperlukan adalah inovasi dan kreativitas dalam menjalankan program," tuturnya.
Di sisi lain, Akhmed Reza Fachlevi menyebut periode kepengurusan keduanya akan difokuskan pada penguatan prestasi atlet. Salah satu program yang tengah disiapkan ialah pendirian Sekolah Catur sebagai pusat pembinaan pecatur muda.
Reza berpandangan, konsep sekolah tersebut telah disusun, termasuk lokasi yang akan digunakan. Nantinya, atlet muda akan mendapatkan pembinaan yang lebih terarah melalui program latihan rutin dan berjenjang.
"Kami sudah menyusun konsep sekolah catur, termasuk tempatnya juga sudah tersedia. Nantinya sekolah ini menjadi pusat pembinaan bagi bibit-bibit pecatur muda agar mereka mendapatkan latihan yang lebih terarah, berkesinambungan, dan mampu meningkatkan prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional," katanya.
Untuk diketahui, Pada PON sebelumnya, cabang olahraga catur berhasil menyumbangkan medali bagi kontingen Kaltim. Capaian itu, kata Reza, menjadi pijakan untuk memasang target yang lebih tinggi pada kompetisi berikutnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki