KALTIMPOST.ID-Pemain Persiba Balikpapan, Bryan Cesar, mengingatkan para pesepak bola muda agar mampu menjaga disiplin serta bijak menggunakan telepon genggam (handphone).
Menurutnya, penggunaan gawai yang berlebihan dan lingkungan pergaulan yang kurang mendukung menjadi tantangan yang dapat menghambat perkembangan pemain menuju level profesional.
Pesan tersebut disampaikan Bryan saat berbagi pengalaman dalam coaching clinic yang digelar Sekolah Sepak Bola (SSB) Kukayu di Lapangan Sebaru, Balikpapan belum lama ini.
Dalam kegiatan itu, ia tidak hanya memberikan motivasi kepada peserta, tetapi juga membagikan pengalaman selama meniti karier sebagai pesepak bola profesional.
Bryan menilai minat anak-anak dan remaja terhadap sepak bola di Balikpapan masih cukup tinggi.
Hal itu terlihat dari antusiasme peserta yang mengikuti pembinaan di berbagai sekolah sepak bola.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting bagi perkembangan sepak bola di Kota Minyak apabila diimbangi dengan sistem pembinaan yang berkelanjutan.
“Cukup baik, cukup banyak peminat sepak bola muda di Balikpapan. Semoga SSB-SSB yang menampung talenta-talenta Balikpapan semakin semangat sehingga ke depan bisa melahirkan pemain-pemain hebat,” ujarnya.
Meski demikian, Bryan menegaskan perjalanan menjadi pesepak bola profesional tidak dapat ditempuh hanya dengan mengandalkan bakat.
Pemain harus memiliki komitmen untuk terus belajar, menjaga kebugaran, meningkatkan kemampuan teknik, serta siap menghadapi persaingan yang semakin ketat.
“Banyak pelajaran yang saya dapatkan, baik di dalam maupun di luar lapangan. Sepak bola itu setiap hari berkembang. Kalau kita tidak menjaga kondisi, kita akan kalah bersaing dengan pemain lain,” katanya.
Menurutnya, aspek mental dan kedisiplinan juga memegang peranan penting dalam proses pembinaan.
Seorang pemain dituntut mampu mengatur waktu antara latihan, istirahat, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari agar perkembangan kemampuannya tetap optimal.
“Yang paling penting adalah fokus. Fokus latihan, fokus istirahat, fokus bermain sepak bola, fokus mengejar target, tetapi tetap disiplin. Disiplin itu yang paling utama,” tuturnya.
Bryan menilai penggunaan handphone yang tidak terkontrol menjadi salah satu tantangan yang kini dihadapi banyak pemain muda.
Waktu yang terlalu banyak dihabiskan untuk bermain gawai berpotensi mengurangi intensitas latihan, menurunkan produktivitas, bahkan mengganggu fokus dalam mengejar prestasi.
“Lingkungan menjadi salah satu tantangan. Handphone juga bisa membuat kita malas latihan karena waktu banyak habis untuk bermain,” ungkapnya.
Ia berharap para pemain muda mampu memilih lingkungan pergaulan yang positif dan menjadikan latihan sebagai prioritas utama.
Di sisi lain, Bryan juga mendorong sekolah-sekolah sepak bola di Balikpapan terus meningkatkan kualitas pembinaan agar semakin banyak talenta lokal yang mampu menembus level profesional dan memperkuat klub maupun tim nasional Indonesia. (rd)
Editor : Romdani.