KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ambisi Kota Samarinda mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur mulai dihadapkan pada tantangan serius. Hingga kini, kepastian jumlah nomor pertandingan yang akan dipertandingkan belum diumumkan, sementara kebutuhan anggaran kontingen juga masih menunggu keputusan pemerintah daerah.
Hal itu mengemuka dalam hearing Komisi IV DPRD Kota Samarinda bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) serta KONI Kota Samarinda, Senin (20/7). Pertemuan tersebut membahas kesiapan kontingen menuju Porprov VIII Kaltim yang akan digelar di Kabupaten Paser pada November 2026.
Ketua Harian KONI Samarinda Roy Hendrayanto mengatakan, pertemuan tersebut pada dasarnya menjadi ruang menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi KONI menjelang pelaksanaan Porprov. Salah satu yang paling mendesak adalah kepastian anggaran dan jumlah atlet yang akan diberangkatkan. "Intinya kami menyampaikan kesiapan menghadapi Porprov. Sampai sekarang nomor pertandingan belum diumumkan, tetapi kami memperkirakan kontingen Samarinda akan berkisar 1.500 sampai 1.700 atlet. Itu yang menjadi dasar pembahasan anggaran," ujarnya, Senin (20/7).
Roy menjelaskan, besaran anggaran yang diusulkan masih berupa asumsi. Jika jumlah atlet mencapai sekitar 1.500 orang, kebutuhan diperkirakan sekitar Rp8 miliar. Sementara apabila kontingen mencapai 1.700 atlet, anggaran yang dibutuhkan bisa mencapai lebih dari Rp10 miliar.
Meski demikian, ia menegaskan jumlah tersebut masih dapat berubah karena bergantung pada nomor pertandingan yang nantinya ditetapkan KONI Kaltim dan panitia Porprov. "Nomor tanding menjadi penentu karena itu yang menentukan jumlah atlet yang akan berangkat," katanya.
Pembahasan akan kembali dilanjutkan pada 27 Juli mendatang bersama Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Samarinda.
Sementara itu, Bendahara Umum KONI Samarinda Nur Zaid mengatakan, pihaknya berharap ada kepastian dukungan anggaran agar persiapan kontingen tidak terganggu. Sebagai juara umum Porprov 2022, Samarinda ingin tampil maksimal pada ajang di Kabupaten Paser. "Kami datang meminta dukungan moral sekaligus kejelasan mengenai keikutsertaan Samarinda di Porprov. Program kerja sudah kami sampaikan sejak akhir 2025 dan kembali kami tegaskan pada Rakerkot kemarin," ujarnya.
Nur Zaid menambahkan, angka lebih dari Rp10 miliar yang diajukan bukan angka final, melainkan skenario berdasarkan estimasi jumlah atlet. Besaran kebutuhan nantinya akan disesuaikan dengan jumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan yang benar-benar dipertandingkan.
Ia mengakui, secara ideal anggaran sudah bisa tersedia paling lambat Agustus agar persiapan berjalan optimal. Namun, keputusan pencairan sepenuhnya berada di tangan pemerintah daerah melalui mekanisme anggaran. "Idealnya memang Agustus sudah ada kepastian. Tapi itu kembali kepada pemerintah daerah. Kami hanya menyampaikan kebutuhan sesuai tugas kami," pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani