KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Sejumlah venue latihan olahraga di kawasan Stadion Palaran, Samarinda, dikunjungi oleh Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, Rabu (22/7/2026). Didampingi Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman Rading, kunjungan tersebut menemukan beberapa fasilitas olahraga dalam kondisi memprihatinkan.
Ada empat lokasi yang menjadi titik peninjauan. Di antaranya, tempat latihan cabang olahraga (cabor) akuatik, tenis, sepatu roda, dan atletik. Venue akuatik menjadi kunjungan pertama. Dari tiga tempat latihan cabor tersebut, satu di antaranya masih aktif digunakan, yakni kolam lintasan, dan digunakan oleh atlet dari Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim.
"Dari tiga kolam ini, sementara yang bisa digunakan hanya kolam lintasan oleh atlet," kata Rasman Rading. Sebenarnya, Rasman bilang, fasilitas tersebut bisa dimanfaatkan lebih luas dengan menggandeng pihak swasta dalam pengembangan kawasan kolam renang.
Sehingga, selain bisa menjadi tempat latihan atlet, kolam renang tersebut juga bisa menjadi tempat rekreasi masyarakat. "Kalau ada pihak swasta yang mau terlibat membantu kolam ini akan sangat bagus. Misalnya menambah fasilitas bermain seperti water boom agar lebih ramai," jelasnya.
Sementara pada venue lapangan tenis, rombongan menilai kondisi lapangannya masih cukup baik. Fasilitas yang ada hanya membutuhkan tambahan lampu agar bisa digunakan pada malam hari. Di sisi lain, lapangan tenis saat ini juga dibuka untuk masyarakat lantaran atlet SKOI belum menggunakan untuk latihan.
"Khusus lapangan ini, sedang dicoba memasarkannya ke masyarakat agar tidak terbengkalai. Jadi siapa saja yang ingin menggunakan lapangan ini masih bisa secara gratis," katanya. Untuk venue cabor sepatu roda, rombongan menemukan kondisi lintasan yang sudah mulai rusak.
Lapisan khusus pada permukaan trek terlihat menipis. Kondisi itu dikhawatirkan mengganggu keamanan atlet saat berlatih. Pelatih sepatu roda SKOI Kaltim, Garda Hiramada mengatakan, lantaran kondisi lapangan tidak memungkinkan, sebagian latihan dialihkan ke Stadion Sempaja.
"Untuk menjaga ritme latihan para atlet, kami juga berlatih di Stadion Sempaja karena lintasannya masih layak digunakan," ujarnya. Ketua Umum KONI Kaltim, Anderiy Syachrum, menjelaskan maksud dan tujuan dari peninjauan beberapa venue tersebut. "Kami harus memetakan terlebih dahulu venue cabang olahraga yang menjadi skala prioritas untuk segera ditindaklanjuti. Dari hasil peninjauan, memang ada beberapa fasilitas yang kondisinya cukup memprihatinkan," katanya.
Meski keterbatasan anggaran daerah membuat perbaikan seluruh fasilitas tidak bisa dilakukan sekaligus, KONI Kaltim disebut sedang mencari dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari sektor swasta. Sementara itu, terkait usulan kolam renang yang disampaikan Dispora Kaltim menjadi salah satu opsi yang akan dipertimbangkan.
Nah, untuk perbaikan lintasan sepatu roda, Anderiy memperkirakan membutuhkan anggaran ratusan juta. "Kami akan mencoba mencari jalan keluar dengan merangkul pihak swasta. Begitu juga dengan lintasan sepatu roda yang membutuhkan dana sekitar Rp 350 juta, kami akan berupaya mengakomodasinya," jelasnya.
Kendati begitu, Anderiy menggarisbawahi, para atlet dan pelatih diharapkan bisa tetap menjaga semangat latihan meski harus menghadapi keterbatasan fasilitas. "Para atlet jangan sampai kehilangan semangat untuk berlatih karena kondisi fasilitas saat ini. Kami di KONI akan terus berusaha mengakomodasi berbagai kebutuhan atlet sambil mencari solusi terbaik," kuncinya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki