BALIKPAPAN – Di balik kiprah Gazebo Balikpapan yang kini mulai diperhitungkan di berbagai kejuaraan bola basket Kalimantan Timur, tersimpan kisah unik yang tidak banyak diketahui. Klub yang kerap tampil di berbagai turnamen itu ternyata tidak lahir dari akademi olahraga ataupun komunitas basket, melainkan berawal dari kelas privat akademik yang digagas sejumlah guru di Balikpapan.
Klub yang berdiri pada 11 Januari 2018 tersebut kini menjadi salah satu wadah pembinaan basket usia dini di Kota Balikpapan. Bahkan pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Bola Basket Kaltim di Samarinda belum lama ini, Gazebo tak hanya berpartisipasi, tetapi juga berhasil menorehkan prestasi.
Founder Gazebo Balikpapan, Anton Kristiono, menceritakan, ide awal pembentukan Gazebo muncul dari kebiasaan dirinya bersama beberapa guru berkumpul dan berdiskusi mengenai dunia pendidikan.
Kala itu, mereka merancang kelas privat untuk berbagai mata pelajaran seperti matematika, fisika, kimia, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris. Program tersebut mendapat respons positif dan berjalan cukup baik.
Melihat antusiasme peserta, muncul gagasan untuk mengembangkan layanan serupa di bidang olahraga, khususnya bola basket bagi anak-anak usia dini.
Baca Juga: Final Dramatis! Gazebo Juara Kejurda Basket KU-10 Mix Usai Taklukkan Blue Sky
"Dari situlah akhirnya kami membuat private bola basket. Itulah yang kemudian menjadi awal berdirinya Gazebo pada 11 Januari 2018," ujar Anton.
Nama Gazebo sendiri ternyata memiliki makna yang sederhana sekaligus bersejarah bagi para pendirinya. Nama tersebut diambil dari tempat mereka biasa berkumpul untuk berdiskusi.
"Pada saat itu kami sering berkumpul di suatu tempat yang terdapat gazebonya. Di tempat itulah ide membuat private akademik dan private bola basket usia dini lahir. Akhirnya nama Gazebo kami pilih saat itu," kenangnya.
Seiring perjalanan waktu, Gazebo berkembang jauh melampaui konsep awal sebagai kelas privat. Kini, klub tersebut memiliki puluhan atlet dari berbagai kelompok usia dan rutin mengikuti kompetisi basket tingkat kota maupun provinsi.
Anton mengatakan pembinaan Gazebo difokuskan pada kelompok usia dini sebagai fondasi mencetak atlet berprestasi.
"Fokus utama kami saat ini masih di kategori usia dini, dimulai dari usia lima tahun hingga usia pelajar 18 tahun," katanya.
Namun bagi Gazebo, keberhasilan atlet tidak hanya diukur dari prestasi di lapangan. Klub ini juga ingin membuka peluang pendidikan bagi para pemain melalui jalur prestasi olahraga.
Menurut Anton, prestasi basket dapat menjadi bekal bagi atlet muda untuk memperoleh beasiswa di sekolah maupun perguruan tinggi.
"Ketika mereka berprestasi di basket, otomatis mereka mendapatkan kesempatan untuk meraih beasiswa pendidikan lewat jalur prestasi nonakademik. Itu juga menjadi fokus kami di Gazebo," ujarnya.
Dengan pembinaan yang terus berkembang, Gazebo kini mulai mematok target yang lebih tinggi. Tidak hanya ingin bersaing di level Balikpapan dan Kalimantan Timur, klub tersebut juga bercita-cita tampil kompetitif pada ajang nasional.
Selain itu, Gazebo memiliki impian membangun fasilitas latihan sendiri berupa lapangan basket indoor sebagai pusat pembinaan atlet muda.
"Masih banyak yang harus kami kejar, tapi semuanya kami nikmati dan berjalan mengalir saja. Kami ingin mendorong prestasi hingga level nasional dan berharap suatu hari nanti bisa memiliki lapangan indoor sendiri," pungkas Anton.
Grafis Prestasi Gazebo di Kejurda Kaltim 2024-2026
- Juara I KU-12 Putra - Kejurda Kaltim 2024 di Samarinda
- Juara II KU-13 Putra - Kejurda Kaltim 2025 di Balikpapan
- Juara I KU-14 Putra - Kejurda Kaltim 2025 di Bontang
- Juara II KU-14 Putra - Kejurda Kaltim 2026 di Samarinda
- Juara I KU-10 Mix - Kejurda Kaltim 2026 di Samarinda
- Juara II KU-12 Putri - Kejurda Kaltim 2024 di Samarinda
- Juara III KU-15 Putri - Kejurda Kaltim 2025 di Balikpapan
- Juara III KU-15 Putri - Kejurda Kaltim 2025 di Bontang
- Juara II KU- 12 Putri - Kejurda Kaltim 2026 di Samarinda
- Juara III KU- 17 Putri - Kejurda Kaltim 2026 di Samarinda
- Peringkat 5 KU-14 Putri - Kejurda Kaltim 2026 di Samarinda
Editor : Muhammad Ridhuan