KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Imbas efisiensi anggaran ikut menyasar perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026. Hal ini pun mulai menyita perhatian seluruh daerah, termasuk Balikpapan.
Diketahui, pengurangan anggaran Porprov membuat panitia penyelenggara terpaksa memangkas sejumlah cabang olahraga (cabor). Menurut kabar yang berembus, dari 64 cabor yang sebelumnya akan dipertandingkan di Paser, berpotensi dipangkas menjadi 50 cabor. Artinya 14 cabor akan dicoret dan tidak ambil bagian.
Terkait itu, Ketua KONI Balikpapan Gasali mengimbau agar cabor tidak menjadi pihak yang dikorbankan dalam upaya efisiensi anggaran pelaksanaan Porprov. Mengingat, proses persiapan para atlet dan pengurus cabor sudah berjalan sejak lama.
Baca Juga: Personel Lantas Jadi Inspektur Upacara Sekolah, Ini Pesannya pada Siswa
“Para atlet juga sudah mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental. Maka, KONI kabupaten/kota tentunya mengusulkan agar jangan cabor yang dikorbankan. Paling tidak nomor pertandingan yang dikurangi agar bisa menyelesaikan persoalan anggaran, bukan cabornya,” jelasnya, Senin (27/7).
Gasali berkata, pencoretan cabor secara mendadak dapat menimbulkan kekecewaan bagi para atlet dan pengurus cabor. Padahal, sejauh ini mereka telah melakukan persiapan baik latihan rutin, hingga mengikuti berbagai event kejuaraan.
Untuk itu, dirinya berharap Panitia Besar (PB) Porprov VIII Kaltim dapat melakukan kajian secara menyeluruh, sebelum menetapkan kebijakan pemangkasan cabor. Misalnya, efisiensi anggaran dilakukan dengan mengurangi jumlah nomor pertandingan, bukan dengan menghapus cabang olahraga.
Baca Juga: Punya Cadangan Melimpah, PDAM Danum Taka Kaji Kualitas dan Pengaliran Air Eks Tambang
“Harapannya bisa dikaji ulang. Karena pengurangan cabor akan sangat berdampak bagi semua pihak yang terlibat. Mungkin sekiranya bisa dilakukan dengan mengurangi nomor tanding saja,” tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo