SENDAWAR – Pengurus Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Kutai Barat (Kubar) mulai menggerakkan upaya membangkitkan kembali prestasi cabang olahraga menembak melalui revitalisasi fasilitas latihan yang selama bertahun-tahun kurang terawat.
Langkah awal dilakukan dengan meninjau langsung kondisi lapangan tembak indoor dan outdoor yang berada di kawasan seberang rumah dinas DPRD Kutai Barat, Jumat (31/7).
Ketua Perbakin Kubar, Waluyo Dwi Atmojo Setiobroto, didampingi Ketua KONI Kubar Alsiyus, memeriksa kondisi fisik kedua venue sebagai dasar penyusunan program revitalisasi agar fasilitas tersebut dapat kembali difungsikan.
Menurut Waluyo, hasil peninjauan akan menjadi acuan dalam menyusun program kerja jangka pendek organisasi.
Usai peninjauan, jajaran pengurus Perbakin Kubar menggelar rapat kerja internal untuk menyusun langkah-langkah pembenahan organisasi.
Baca Juga: Kejurkot Bulu Tangkis Balikpapan Jadi Panggung Atlet Muda, Azkiya Kejar Mimpi ke Kejurprov
Dalam arahannya, Waluyo menekankan pentingnya tiga fungsi utama organisasi, yakni perencanaan, pengorganisasian, dan penggerakan.
"Ketiga fungsi tersebut meliputi perencanaan program kerja jangka pendek yang berfokus pada revitalisasi lapangan, pengorganisasian untuk menyinkronkan peran pengurus agar bekerja secara terarah, serta fungsi penggerakan guna memberikan dorongan semangat kepada seluruh anggota agar bekerja sesuai pokok dan fungsi di bidang masing-masing," ujarnya.
Selain pembenahan internal, Perbakin Kubar juga berencana melakukan audiensi dengan para pembina organisasi, di antaranya Kapolres Kutai Barat, Dandim 0912/Kubar, Danki Brimob Kubar, serta KONI Kubar untuk memperoleh arahan strategis mengenai pengembangan organisasi ke depan.
Sementara itu, Ketua KONI Kubar Alsiyus mengaku prihatin melihat kondisi lapangan tembak yang disebut tidak mendapatkan pembenahan berarti selama hampir satu dekade.
Menurutnya, fasilitas dasar sebenarnya telah tersedia sehingga yang dibutuhkan saat ini adalah komitmen dan semangat dari para pengurus untuk menghidupkannya kembali.
"Fasilitas yang ada sebenarnya sudah tersedia dan tinggal dipoles saja. Namun, hal tersebut membutuhkan semangat dan partisipasi penuh dari teman-teman pengurus karena jika bukan digerakkan oleh pegiat olahraga itu sendiri, maka tidak ada pihak lain yang akan melakukannya," katanya.
Ia menambahkan, mengelola organisasi olahraga membutuhkan dedikasi tinggi karena tidak hanya mengorbankan waktu dan tenaga, tetapi juga memerlukan komitmen untuk memajukan cabang olahraga.
"Mengurus organisasi olahraga menuntut dedikasi tinggi berupa pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang dilandasi oleh kecintaan terhadap dunia olahraga," ujarnya.
Alsiyus optimistis kepengurusan baru Perbakin Kubar di bawah kepemimpinan dr. Waluyo mampu menghidupkan kembali eksistensi olahraga menembak di Kutai Barat.
Menurutnya, dengan semangat gotong royong, penataan organisasi yang baik, serta revitalisasi fasilitas latihan, prestasi atlet menembak Kubar berpeluang kembali bersaing pada berbagai ajang olahraga di Kalimantan Timur.
Editor : Muhammad Ridhuan