KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Hapkido Kaltim 2026 resmi bergulir di Gedung UMKT, Samarinda, Jumat (31/l7). Berlangsung selama dua hari, pembukaan dihadiri oleh Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Rasman Rading, serta Wakil Ketua I KONI Kaltim Hendra RA yang sekaligus membuka kejuaraan secara resmi.
Pada pelaksanaannya kali ini, sebanyak delapan kabupaten/kota se-Kaltim yang ambil bagian. Minus Kutai Barat dan Berau yang absen karena keterbatasan anggaran.
Baca Juga: Rugby Kukar Bidik Medali Emas Porprov Kaltim 2026, Berharap Tetap Dipertandingkan
“Total ada 162 atlet dengan nomor yang dipertandingkan meliputi fight dan seni untuk tiga kelas yakni cadet, junior, dan senior,” ujar Juli Prastomo selaku technical delegate (TD).
Di hari pertama, Juli mengatakan persaingan berlangsung sangat ketat. Di mana, Balikpapan jadi daerah yang memuncaki klasemen perolehan medali sementara dengan raihan 4 emas, 3 perak, 2 perunggu.
Di samping itu, ia menyebut bahwa ajang ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Kejurda kali ini juga menjadi momen penjaringan atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Lampung, September mendatang.
Baca Juga: Keren, PS Pemuda Kawinkan Gelar Piala Soeratin Regional Kukar, Ternyata Masih Ada Tantangan Ini
“Hasil dari Kejurnas juga menjadi syarat untuk meraih tiket PON Bela Diri di Manado, Sulawesi Utara, Oktober nanti,” tambahnya.
Lebih lanjut, dirinya juga menyoroti posisi Hapkido di tengah tantangan pendanaan. Serta, adanya rumor tidak dipertandingkan pada Porprov Paser.
Padahal, kata dia, dari sefi prestasi, efisiensi, dan pembinaan, hapkido sudah menyumbang medali untuk Kaltim di PON XXI/2024 Aceh-Sumut. Juga, akan dipertandingkan di PON XXII/2028 Nusa Tenggara.
“Mestinya ini jadi modal utama hapkido jadi cabang andalan binaan,” tegasnya.
Terlebih, ia menyebut ajang kali ini digelar dengan banyak keterbatasan. Mengingat, belum ada bantuan yang diterima.
“Meski begitu, kami tetap bisa melangsungkan kegiatan karena sudah terbiasa mandiri,” tutupnya. (*)