Kejurprov Slalom Kaltim 2026 Resmi Digelar, 49 Peslalom Adu Kecepatan di Eks Bandara Temindung Samarinda

Doni Aditya Haryono • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 18:18 WIB
Salah satu peserta KALTIMKHANA 2026 menunjukkan skillnya di eks Bandara Reminding Samarinda. 
Salah satu peserta KALTIMKHANA 2026 menunjukkan skillnya di eks Bandara Reminding Samarinda. 

KALTIMPOST.ID-Deru mesin memecah suasana Apron Eks Bandara Temindung, Samarinda, Sabtu (1/8).

Sebanyak 49 peslalom unjuk kemampuan dalam KALTIMKHANA 2026 Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Slalom Kaltim, ajang yang digagas Astha Motorsport bersama 368 Motorsport sebagai wadah pembinaan atlet sekaligus menjaga geliat olahraga otomotif di Benua Etam.

Total 53 pembalap mendaftarkan diri pada kejuaraan tersebut. Namun, 49 starter tercatat turun di lintasan.

Mereka datang dari berbagai daerah di Kaltim seperti Samarinda, Balikpapan, Bontang, Berau, serta peserta dari luar daerah, yakni Semarang.

Persaingan berlangsung ketat di setiap kelas dengan lintasan teknikal yang menguji kecepatan sekaligus ketepatan manuver.

Baca Juga: Pria Diduga Setubuhi Anak Berusia 14 Tahun di Kutim Ditangkap, Sempat Kabur Sebelum Diamankan Polisi

Salah satu peserta yang menjadi perhatian adalah Wakapolda Kaltim Brigjen Adrianto Jossy Kusumo.

Kehadiran jenderal bintang satu itu menambah semarak kejuaraan sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap perkembangan olahraga otomotif di Kaltim.

Ketua Panitia Pelaksana Rony Ifransyah mengatakan KALTIMKHANA tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga sarana meningkatkan kemampuan pembalap daerah sebelum bersaing di level nasional.

“Peserta yang mendaftar sebanyak 53 orang. Beberapa di antaranya merupakan pembalap yang sudah berpengalaman mengikuti kejuaraan nasional,” ujarnya.

Pada Kejurprov kali ini dipertandingkan enam kelas utama, yakni A1, A2, A3, A4, B, dan F, ditambah kelas Master untuk peslalom senior.

Baca Juga: UKM Mawar Desa Sepatin Kukar Kembangkan Kerupuk Udang dan Olahan Buah Mangrove, Bidik Pasar Internasional

Panitia juga memperebutkan gelar Kejuaraan Umum Group A, Kejuaraan Umum Group F, kejuaraan tim, kejuaraan perempuan, hingga kejuaraan komunitas yang untuk pertama kalinya digelar.

Menariknya, kategori komunitas dibuka tanpa biaya pendaftaran sebagai upaya menarik partisipasi lebih luas dari pecinta otomotif di Kaltim.

Ketua Astha Motor Club Didda Satria mengakui penyelenggaraan Kejurprov musim ini menghadapi kendala ketersediaan lintasan. Akibatnya, dari target tiga seri dalam setahun, baru satu seri yang dapat terlaksana.

“Biasanya dalam satu tahun kami bisa menggelar tiga seri Kejurprov. Namun tahun ini baru bisa terlaksana satu seri karena kendala tempat penyelenggaraan,” katanya.

Menurut pria yang akrab disapa Dimas itu, keberlangsungan Kejurprov sangat penting untuk menjaga regenerasi pembalap daerah.

Semakin banyak kejuaraan digelar, semakin besar pula kesempatan atlet menambah jam terbang sebelum tampil di level nasional.

Karena itu, ia berharap dukungan seluruh pemangku kepentingan agar Kejurprov Slalom Kaltim dapat kembali berlangsung secara rutin dan menjadi kalender tetap olahraga otomotif di Benua Etam. (rd)

Editor : Romdani.
bandara temindung samarinda penajam paser utara ibu kota nusantara kutai kartanegara Kutai Barat