KALTIMPOST.ID, SANGATTA - Hasil uji coba di ajang Wali Kota Cup Balikpapan menjadi bekal berharga bagi Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kutai Timur (Kutim) dalam menatap Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026. Dari kejuaraan tersebut, tim arung jeram Kutim berhasil membawa pulang tujuh medali, terdiri dari dua perak dan lima perunggu.
Capaian itu menjadi bahan evaluasi dalam pertemuan pengurus dan atlet yang digelar di Sangatta, Senin (3/8) malam. Ketua FAJI Kutim Pandi Widiarto mengatakan, kejuaraan di Balikpapan sengaja dijadikan tolok ukur untuk melihat perkembangan atlet setelah menjalani program latihan selama tiga bulan
"Walaupun medali ini bukan prioritas utama, turnamen tersebut menjadi bentuk mengukur hasil latihan FAJI Kutai Timur untuk persiapan Porprov bulan November nanti," ujarnya.
Baca Juga: Hasil Babak Pertama Indonesia vs Vietnam Piala AFF: Garuda Tertinggal 0-2
Menurut Pandi, seluruh atlet yang memperkuat FAJI Kutim merupakan atlet lokal hasil pembinaan. Mereka dipadukan dengan beberapa atlet yang pernah tampil di Porprov sebelumnya. Sementara untuk meningkatkan kualitas latihan, FAJI Kutim mendatangkan pelatih bersertifikat internasional asal Bandung.
"Kami tidak mengambil atlet dari luar, murni 100 persen atlet lokal Kutai Timur. Hanya pelatihnya yang bersertifikat internasional kami datangkan dari luar, dengan harapan dapat mencetak atlet-atlet lokal yang mumpuni," katanya.
Berdasarkan hasil evaluasi, kemampuan teknik dasar atlet dinilai sudah berkembang. Namun, tim pelatih masih akan memfokuskan latihan pada aspek mental bertanding dan pengalaman kompetisi agar lebih siap menghadapi persaingan di Porprov.
FAJI Kutim pun memasang target meraih medali emas sebanyak mungkin pada ajang yang akan berlangsung November mendatang. "Target kami di Porprov nanti adalah berusaha mengamankan medali emas sebanyak-banyaknya untuk Kutai Timur," ucapnya.
Tak hanya mengejar prestasi, FAJI Kutim juga mulai menyiapkan agenda jangka panjang. Organisasi tersebut menargetkan Kutai Timur dapat menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram pada 2027 dengan memanfaatkan potensi lintasan di Sungai Sangatta, Muara Wahau, dan Kombeng.
"Kami sedang menyiapkan tahapannya, mulai dari peningkatan kapasitas pelatih dan sarana pendukung. Olahraga bukan hanya sekadar prestasi, tetapi juga kebanggaan daerah dan sarana sport tourism untuk mengenalkan Kutai Timur dan Kalimantan Timur ke tingkat nasional," tutup Pandi. (*)
Editor : Sukri Sikki