Tokoh Muaythai Nasional Evi Silviadi Berpulang, Kaltim Turut Berduka

Redaksi • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:35 WIB
Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Kaltim Rusdiansyah Aras bersama Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana dalam kegiatan Muaythai di Samarinda.
Ketua Pengprov Muaythai Indonesia Kaltim Rusdiansyah Aras bersama Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana dalam kegiatan Muaythai di Samarinda.

 
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Duka mendalam menyelimuti insan olahraga bela diri tanah air. Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI) bersama jajaran Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia di berbagai daerah kehilangan salah satu tokoh pentingnya.

Wakil Ketua Umum PBMI Bidang Prestasi, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, mengembuskan napas terakhir pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.

Kepergian sosok yang juga dikenal sebagai Raja Lembaga Adat Karatwan (LAK) Galuh Pakuan itu meninggalkan duka mendalam bagi insan Muaythai Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Baca Juga: Aturan Era Jokowi Masih Berlaku! Kapolda dan Pangdam Gagal Tangani Karhutla Terancam Dicopot

Ungkapan duka cita disampaikan Ketua Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras. Ia menilai almarhum merupakan figur penting yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pengembangan olahraga Muaythai di tanah air.

“Keluarga besar Pengprov MI Kalimantan Timur turut berduka cita yang sangat mendalam atas berpulangnya Bapak Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana. Kami sangat merasa kehilangan sosok pemikir dan pejuang olahraga yang konsisten memajukan prestasi Muaythai, tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga di kancah nasional,” ujar Rusdiansyah Aras.

Rusdiansyah menambahkan, rekam jejak almarhum dalam membina atlet dan memperkuat organisasi Muaythai akan terus menjadi teladan bagi para pengurus di daerah.

“Dedikasi dan semangat beliau dalam membina generasi muda akan selalu kami kenang dan jadikan motivasi untuk terus memajukan Muaythai, khususnya di Kalimantan Timur,” lanjutnya.

Rasa kehilangan juga disampaikan Ketua Umum PBMI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. LaNyalla menegaskan, almarhum bukan sekadar rekan dalam organisasi, tetapi juga sahabat dan pejuang yang mendedikasikan hidupnya untuk olahraga bela diri tersebut.

“Saya sangat kehilangan. Saudara Evi bukan sekadar pengurus bagi saya dan bagi PBMI. Beliau adalah sahabat, pejuang, dan orang yang memiliki kecintaan luar biasa terhadap Muaythai serta terhadap pembinaan generasi muda,” kata LaNyalla.

Menurut LaNyalla, Evi merupakan sosok yang bekerja dengan penuh ketulusan tanpa mengejar popularitas. Kepergiannya terasa semakin berat karena PBMI baru saja menyelesaikan Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 di Bekasi. Dalam ajang tersebut, almarhum masih aktif mencurahkan pikiran dan tenaganya hingga akhir hayat.

Baca Juga: Bhabinkamtibmas Graha Indah Jadi Pembina Upacara, Tekankan Disiplin dan Jalankan Program DDS Polri

“Beberapa hari lalu kita masih bersama-sama bekerja untuk Muaythai Indonesia. Kita masih berbicara tentang atlet, pembinaan, dan masa depan prestasi Indonesia. Hari ini beliau sudah tidak bersama kita secara fisik. Ini tentu sangat berat,” tutur LaNyalla.

Kepergian Kang Evi, sapaan akrab almarhum, juga dirasakan Ketua Umum Pengprov Muaythai Indonesia Jawa Barat, Dewi Kandiati Paramesty Tine Yowargana atau Tingting.

Ia mengenang almarhum sebagai sosok pimpinan yang tidak hanya berfokus pada pencapaian prestasi sesaat, tetapi juga memikirkan masa depan para atlet. Almarhum juga dinilai berhasil memadukan nilai-nilai budaya Galuh Pakuan dengan semangat olahraga.

Selamat jalan, Rahyang Mandalajati Evi Silviadi Sangga Buana, Raja Galuh Pakuan dan pejuang Muaythai Indonesia. Pengabdian dan jasa-jasamu akan terus hidup dalam perjalanan prestasi olahraga Nusantara. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Muaythai Kaltim Evi Silviadi Rusdianyah Aras PBMI Muaythai Indonesia