Kejurnas IODI 2026 Jadi Uji Kemampuan Menuju BK PON, Kaltim Bidik Tiga Emas

Oktavia Megaria • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 17:05 WIB
GAMBARAN: Kejurnas IODI 2026 jadi gambaran peta kekuatan di BK PON 2027 dan PON 2028 Nusa Tenggara. IST/KP
GAMBARAN: Kejurnas IODI 2026 jadi gambaran peta kekuatan di BK PON 2027 dan PON 2028 Nusa Tenggara. IST/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) IODI 2026 di DKI Jakarta yang berlangsung mulai hari ini (14/8), bukan sekadar ajang mencari juara. Bagi semua daerah termasuk Kaltim, agenda itu merupakan penggambaran kekuatan menuju Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (BK PON) dan PON XXII/2028 Nusa Tenggara.

Sekretaris Umum Pengprov Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Kaltim Roni Andi Pangajoang menjelaskan, Kejurnas kali ini jadi momentum penting. Mengingat, ini juga menjadi syarat daerah untuk bisa menurunkan kekuatan di BK PON nanti.

“Makanya kami akan berusaha semaksimal mungkin, minimal mempertahankan tiga emas di Kejurnas tahun lalu,” jelasnya. Dia menambahkan, sejatinya dalam olahraga dansa ini tiap daerah saling melakukan pemetaan kekuatan masing-masing. Misal, klasifikasi untuk kelas tertentu, telah dikuasai satu daerah.

Baca Juga: Viral Penembakan Air Gun di Pelabuhan Kampung Baru Balikpapan, Polisi Bongkar CCTV dan Dalami Motif

Akan tetapi, ia menilai dengan adanya klasifikasi seperti itu, dengan kekuatan yang pernah terlihat di floor, tak boleh menjadikan daerah jemawa. Bagi Kaltim, tetap berusaha untuk mempertahankan eksistensi di kelas lainnya jadi prioritas. Seperti kelas ballroom, sinkronis, latin, hingga amatir.

“Jadi semua daerah, baik Jabar, DKI Jakarta, Jatim, hingga Bali itu punya spesifikasi di kelas masing-masing. Kami juga tetap akan bertemu mereka, makanya kami sudah bisa mapping bahwa kekuatan besar kami di mana, mereka juga mapping kekuatan mereka. Makanya agak-agak terbuka persaingan di Kejurnas karena sudah masing-masing mengetahui,” jelas dia.

Untuk Kejurnas, Roni berkata pihaknya mengirim kekuatan dengan perpaduan atlet senior dan junior. Ini disebut upaya pembinaan Kaltim untuk melahirkan bibit-bibit baru. Yang dipersiapkan jika nantinya senior-senior mereka sudah pada posisi tidak bisa lagi bertanding di PON.

Baca Juga: Gagal Bawa Kabur Motor Curian, Pelaku Curanmor di Balikpapan Keburu Dikejar Warga

“Jadi memang biar regenerasinya jalan terus, nantinya sudah tidak kelabakan lagi, sudah ada bibit untuk menuju PON berikutnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, ia menyebut target Kaltim saat ini ialah bisa meningkatkan prestasi di PON Nusa Tenggara. Terlebih, pada gelaran PON Aceh-Sumut lalu, Kaltim mampu memberikan hasil membanggakan dengan raihan satu emas, dua perak, dua perunggu.

“Harapannya, prestasi di PON nanti bisa meningkat. Tentu tidak terlepas lagi dari dukungan pemerintah daerah dan KONI Kaltim,” tuntasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Kejurnas Dansa 2026 IODI Kaltim Kejurnas 2026 Kejurnas IODI 2026 olahraga dansa Kaltim IODI Kaltim