KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Bukan sekadar mengejar medali. Skuad hoki Kaltim membawa misi besar saat tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Indoor Hoki 2026 di Banten. Selain membidik podium tertinggi, kontingen Kaltim juga mulai menyiapkan generasi penerus.
KONI Kaltim melepas kontingen skuad Hoki Kaltim yang akan berlaga di Kejurnas Indoor Hoki 2026. Kejuaraan bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 21–30 Agustus 2026 di GOR Nambo, Kota Tangerang.
Wakil Ketua I KONI Kaltim, Hendra Radinal Ary menilai, cabang olahraga hoki merupakan salah satu cabor yang memiliki rekam jejak prestasi kuat di Kaltim. Karena itu, pihaknya optimistis skuad hoki mampu kembali menunjukkan kualitasnya di tingkat nasional.
“Kalau berbicara mengenai cabang olahraga hoki, ini sudah tidak bisa diragukan lagi. Prestasinya sangat luar biasa,” kata Hendra, usai melepas kontingan Hoki Kaltim, Rabu (19/8).
Baca Juga: Jadwal Mati Lampu Balikpapan Utara 18 Agustus 2026 Malam Ini, Berikut Wilayah Terdampak
Hendra menyebut, catatan prestasi hoki Kaltim di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadi salah satu acuannya. Pada PON Papua 2021, hoki Kaltim disebut menyumbangkan satu medali emas dari sektor putri dan satu perak dari sektor putra.
Prestasi tersebut kemudian berlanjut pada PON Aceh-Sumatra Utara (Sumut). Tim hoki Kaltim sukses mengawinkan dua medali emas melalui sektor putra dan putri. “Di PON Aceh-Sumut, mereka bisa mengawinkan antara tim putra dan tim putri. Satu emas putra dan satu emas tim putri. Ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Menurut Hendra, capaian tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan dan regenerasi atlet hoki di Kaltim berjalan baik. Dia berharap torehan di PON Aceh-Sumut menjadi modal untuk kembali meraih prestasi pada Kejurnas di Banten.
“Mudah-mudahan dengan program dan prestasi di Aceh-Sumut ini bisa memberikan prestasi yang terbaik nanti di Provinsi Banten,” harapnya. Sementara itu, Wakil Ketua I Pengprov Federasi Hoki Indonesia (FHI) Kaltim, Syamsu Nur, memastikan bahwa persiapan menghadapi Kejurnas Indoor 2026 berjalan seperti persiapan menghadapi event-event sebelumnya.
Baca Juga: Bantuan Pangan 9,7 Ton Tiba di Mahulu, Bupati Angela Fokuskan ke Long Apari dan Long Pahangai
Latihan terus dilakukan, bahkan aktivitas di lapangan disebut tak pernah benar-benar berhenti.
“Lapangan tidak pernah free. Selalu ada saja orang latihan. Walaupun setelah PON, setelah Kejurnas, selalu ada,” kata Syamsu. Kali ini, FHI Kaltim juga memberikan ruang lebih besar kepada atlet junior. Komposisi skuad sengaja diarahkan untuk proses penjenjangan sekaligus regenerasi.
Dari sektor putri, hanya lima atlet yang sudah memiliki pengalaman bertanding di PON. Sementara dari sektor putra, baru satu atlet yang pernah tampil di ajang PON. “Oleh karena itu, untuk menjamin regenerasi hoki di Kaltim, kami juga akan mengorbitkan adik-adik kita atau anak-anak kita yang masih junior,” jelasnya.
Meski membawa banyak pemain muda, Syamsu memastikan target Kaltim tetap tinggi. Baginya, target besar diperlukan untuk menjaga motivasi dan mental bertanding para atlet.
“Kita wajib target tinggi. Kita harus optimistis. Supaya kita semangat. Kalau targetnya lemah, insyaallah semangatnya juga kurang,” tegasnya. Dia menyadari hasil akhir pertandingan tetap ditentukan oleh perjuangan atlet di lapangan. Karena itu, seluruh pemain diminta tampil maksimal.
“Walaupun nanti usaha kita harus dibarengi dengan doa. Yang jelas, semangat perjuangan, terutama di lapangan, itu harus maksimal,” ujarnya. Soal persaingan, Syamsu menyebut peta kekuatan hoki indoor masih banyak dihuni daerah-daerah di Pulau Jawa. Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta menjadi dua kekuatan yang patut diperhitungkan.
“Kalau hoki, barometer outdoor-nya itu Papua termasuk Kaltim. Tapi indoor memang daerah Jawa, bersaing antara Jabar dengan DKI,” katanya. Namun, Kaltim tak ingin sekadar menjadi pelengkap. Skuad Benua Etam disebut bertekad menembus persaingan papan atas. “Kami enggak mau kalah. Kami juga harus berjuang supaya bisa masuk di level teratas di indoor,” pungkasnya. (riz)
Editor : Muhammad Rizki