Sungai Mahakam Surut, Latihan Dayung Samarinda Jelang Porprov Paser Terganggu

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:07 WIB
TERGANGGU: Sejumlah atlet dayung PODSI Kota Samarinda menjalani latihan di kawasan Boat House Dayung Tepian Mahakam, Jalan Gajah Mada, Samarinda. Kondisi sungai yang surut membuat frekuensi latihan di air berkurang menjelang Porprov di Paser. (Nasya Rahaya/KP)
TERGANGGU: Sejumlah atlet dayung PODSI Kota Samarinda menjalani latihan di kawasan Boat House Dayung Tepian Mahakam, Jalan Gajah Mada, Samarinda. Kondisi sungai yang surut membuat frekuensi latihan di air berkurang menjelang Porprov di Paser. (Nasya Rahaya/KP)

SAMARINDA — Persiapan tim dayung Samarinda menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026 di Paser terganggu akibat surutnya Sungai Mahakam. Frekuensi latihan di atas air yang idealnya lima kali dalam sepekan kini hanya bisa dilakukan satu hingga dua kali.

Pelatih Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kota Samarinda Yaser Mubarak Syahab mengatakan, kondisi tersebut membuat program latihan harus disesuaikan. Terlebih, mayoritas atlet masih berstatus pelajar dan mahasiswa sehingga tidak leluasa mengikuti latihan pada pagi hari.

“Program latihan pasti terganggu, yang harusnya kita sore bisa latihan di air, karena surut jadi enggak bisa turun,” kata Yaser saat ditemui di kawasan Boat House Dayung Tepian Mahakam, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Kamis (20/8).

Menurut dia, muka air Sungai Mahakam biasanya lebih memungkinkan untuk latihan pada pagi hari. Namun, waktu tersebut bertepatan dengan jadwal sekolah dan kuliah sebagian besar atlet.

“Air pasang itu mungkin sekitar jam 6-8 pagi,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat tim menerapkan sistem rotasi. Atlet yang memungkinkan berlatih pada pagi hari diarahkan turun ke air. Sementara atlet lainnya tetap berlatih sore dengan materi latihan darat.

Baca Juga: Pastikan Semua Cabor Aktif, KONI Balikpapan Berharap Kejayaan Dayung Kembali

“Kalau bagi yang bisa turun pagi kami alihkan ke pagi. Kalau yang enggak bisa ya di sore hari. Diputar aja, dirotasi aja,” jelas Yaser.

Latihan Darat Jadi Alternatif

Untuk menjaga kebugaran atlet, latihan darat tetap dilakukan dengan sejumlah materi, mulai dari lari, gym, angkat beban hingga latihan menggunakan berat badan.

Namun, latihan tersebut tidak sepenuhnya dapat menggantikan latihan di atas air.

“Iya pasti beda sih,” katanya.

Yaser menyebut kondisi Sungai Mahakam yang surut telah berlangsung sekitar satu hingga dua bulan. Situasi serupa juga pernah dialami tim dayung Samarinda pada 2023 ketika menjalani persiapan menghadapi Pra-PON.

“Kejadiannya sama kayak tahun 2023 juga. Sempat kering juga waktu kami persiapan Prapon,” tuturnya.

Idealnya, atlet PODSI Samarinda berlatih di air lima kali dalam sepekan. Kini, frekuensinya turun menjadi sekitar satu hingga dua kali, terutama pada akhir pekan.

“Mayoritas weekend. Ya paling sekali dua kali aja,” ungkap Yaser.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena waktu menuju Porprov semakin dekat. Saat ini, persiapan tim diperkirakan baru mencapai 60–70 persen.

Jika muka air kembali normal sesuai perkiraan pada Oktober, tim harus mengejar sejumlah materi latihan yang tertunda.

“Pasti lumayan ngejar latihan yang kurang sebelumnya,” kata Yaser.

Pilihan lokasi latihan alternatif juga belum sepenuhnya memungkinkan. Sungai Karang Mumus ikut mengalami penyurutan, sedangkan pemindahan latihan ke kawasan Samarinda Seberang terkendala mobilisasi peralatan.

“Mau ke Karang Mumus pun Sungai Karang Mumus surut. Mau ke Samarinda Seberang susah mobilisasi alat latihan lagi ke sana,” jelasnya.

Karena itu, tim tetap memilih kawasan Tepian Mahakam sebagai lokasi utama latihan dengan menyesuaikan waktu dan kondisi air.

Target Tiga Emas

Di tengah keterbatasan latihan, Yaser meminta atlet tetap menjaga mental dan disiplin. Kondisi sungai tidak boleh menjadi alasan untuk kehilangan fokus menghadapi Porprov.

“Pertama pasti tetap memberi semangat sama atlet, tetap berusaha untuk ngasih kepercayaan diri sama mental ke mereka,” ujarnya.

Menurutnya, kedisiplinan menjadi salah satu faktor penting yang terus ditekankan dalam program latihan.

“Lomba perlombaan yang sekarang itu saat latihan sekarang yang ditekankan paling itu sama disiplinnya,” katanya.

PODSI Samarinda sendiri tetap memasang target tiga medali emas pada Porprov VIII Kaltim 2026. Target tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Samarinda mempertahankan predikat juara umum.

Dayung menjadi salah satu cabang olahraga yang diharapkan menyumbang medali untuk memenuhi target kontingen Samarinda.

“Target dari KONI, target dari Dispora Kota Samarinda mempertahankan juara umum kan pasti otomatis kita juga berusaha, apalagi dayung,” pungkasnya.

Editor : Muhammad Ridhuan
dayung Samarinda PODSI Samarinda atlet dayung Samarinda Porprov Paser 2026 sungai mahakam surut