Sungai Mahakam Surut, Latihan Atlet Ski Air Kaltim Terganggu

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:11 WIB
Tidak ada aktivitas di kawasan Boat House Dayung Tepian Mahakam, tempat atlet ski air menggelar latihan. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)
Tidak ada aktivitas di kawasan Boat House Dayung Tepian Mahakam, tempat atlet ski air menggelar latihan. (NASYA RAHAYA/KALTIM POST)

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Penurunan debit Sungai Mahakam mulai mengganggu pola latihan atlet ski air dan wakeboard Kaltim. Persatuan Ski Air dan Wakeboard Indonesia (PSAWI) Kaltim kini tak lagi bisa mengandalkan latihan rutin setiap akhir pekan.

Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) PSAWI Kaltim Herdiansyah mengatakan, kondisi tersebut mulai terasa dalam sekitar tiga pekan terakhir. Atlet dari Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong harus menyesuaikan jadwal dengan kondisi pasang surut sungai.

“Kita harus mengikuti air. Walaupun jam 12 siang, jam 2 siang, jam 10 atau jam 6, kita masih harus siap,” kata Herdiansyah.

Baca Juga: Perkuat SDM dan Pendidikan, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk Resmi Gandeng ITK

Saat air terlalu surut, kondisi sungai tidak memungkinkan untuk latihan karena air terkonsentrasi di bagian tengah. Sebaliknya, kondisi ideal terkadang muncul pada waktu yang tidak menentu, bahkan malam hari.

Dalam rentang sekitar 10 hari, PSAWI hanya mendapat dua kesempatan latihan dengan kondisi air yang dinilai memungkinkan. Durasi latihan pun hanya sekitar satu hingga satu setengah jam.

Kondisi tersebut membuat jumlah atlet yang berlatih harus dibatasi. Menurut Herdiansyah, dalam satu sesi maksimal tiga atlet agar seluruhnya mendapat kesempatan berlatih.

“Kalau misalkan lima orang enggak bisa menutup itu untuk satu hari. Karena hanya bisa dipakai airnya paling satu jam atau satu jam setengah. Palingan bisa pakai tiga orang saja,” jelasnya.

Untuk menjaga kondisi atlet, PSAWI menyelingi latihan air dengan dry training. Namun, latihan di darat belum sepenuhnya menggantikan latihan langsung di sungai.

Baca Juga: 12 Pelajar SMP Terindikasi Narkotika, BNNK Samarinda Dorong Program IKAN

“Syukur-syukur masih bisa maintenance. Dalam artian posisi ini masih di 70 sampai 80, syukur-syukur masih bisa stay di situ,” ujarnya.

Herdiansyah menyebut, kesempatan latihan berikutnya diperkirakan tersedia Sabtu pagi sekitar pukul 06.30–09.30. Ia memantau kondisi pasang surut melalui aplikasi Fishing Point. (*)

Editor : Ery Supriyadi
wakeboard ski air PSAWI Kaltim sungai mahakam Olahraga Kaltim