BALIKPAPAN – Kejuaraan bulu tangkis Sirkuit Nasional (Sirkuit) C Bayan Open 2026 yang mulai bergulir Senin (24/8), memang menjadi momentum penting bagi atlet. Termasuk, salah satu klub tuan rumah yakni PB Hevindo Balikpapan.
Tahun ini, Hevindo menurunkan sekitar 57 atlet, untuk semua kategori. Misi mereka, adalah mempertahankan tiga medali emas seperti saat di Sirnas C Kutim lalu.
“Jadi kami sudah mempersiapkan diri dengan baik setelah turnamen terakhir. Targetnya jelas, minimal kami bisa mempertahankan tiga emas dari Kutim kemarin,” jelas Manajer PB Hevindo Rafael Valentino.
PB Hevindo sendiri, disebut Rafael telah melakukan evaluasi besar-besaran usai hasil di Sirnas C Pupuk Kaltim Bontang, Juli lalu. Apalagi, melihat persaingan yang dihadapi tahun ini, tidaklah mudah.
Khususnya di nomor ganda taruna campuran dan ganda taruna putra. Di mana tim Hevindo langsung berhadapan dengan klub besar sejak awal babak penyisihan.
“Sebenarnya kualitas atlet kami tidak kalah bagus. Hanya terkadang pemain kami butuh kesempatan kedua. Jadi kalau bisa awal-awal ketemu yang agak ringan dulu untuk pemanasan, apalagi mainnya di Dome,” tambah dia.
Maka dari itu, kata dia, tahun ini Hevindo mengintip peluang di kategori yang lebih muda. Yakni di kelas anak-anak putri, remaja dan pemula.
Menurutnya, meski tahun ini peserta tidak sebanyak tahun lalu, namun skill permainan daerah luar Kaltim kian berkembang. Padahal, beberapa klub absen dikarenakan harus ambil bagian dalam agenda Kejuaraan Provinsi (Kejurprov).
“Ini lagi musimnya Kejurprov, jadi mereka tidak mengirim, contoh beberapa atlet DKI Jakarta. Tapi meski peserta tahun ini tidak seperti tahun lalu, sebetulnya secara kualitas turnamen mereka semakin dewasa,” katanya.
Di sisi lain, ia menilai kehadiran Sirnas di Kaltim seperti Bayan Open, jadi angin segar bagi klub bulu tangkis. Minimal mereka tidak harus mengeluarkan ongkos lebih besar untuk pembinaan atlet yang berjenjang.
Dirinya juga berterima kasih kepada PP PBSI yang sudah mengizinkan ada sirkuit nasional di Kaltim. “Jadi kami juga bisa menunjukkan ke PBSI bahwa sebenarnya atlet kami tidak kalah bagus. Mereka hanya butuh kesempatan saja,” tandas Rafael. (*)
Editor : Ismet Rifani