PBSI Kaltim Beber Tantangan Bulu Tangkis Daerah, Target Lahirkan Atlet hingga Panggung Internasional

Oktavia Megaria • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 19:36 WIB
Risa Fahrizal (tengah) membeberkan tantangan pembinaan bulu tangkis di Kaltim. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)
Risa Fahrizal (tengah) membeberkan tantangan pembinaan bulu tangkis di Kaltim. (FOTO ANGGI PRADITHA/KP)

KALTIMPOST.ID-Pengurus Provinsi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) Kaltim beberkan tantangan yang dihadapi. Khususnya, dalam membina atlet daerah agar mampu bersaing di panggung nasional.

Sekretaris Pengprov PBSI Kaltim Risa Fahrizal mengakui, daerah kerap tertinggal bila bicara soal persaingan dengan klub di wilayah Pulau Jawa.

Disebutnya, tantangan utama Kaltim adalah membangun ekosistem yang sehat untuk tumbuh kembang atlet bulu tangkis.

Berdasarkan kajian PBSI Kaltim, dia menjabarkan ada tiga fondasi yang harus dikuatkan. Pertama adalah perkumpulan atau klub bulu tangkis. Kedua, induk bulu tangkisnya dalam hal di PBSI.

Baca Juga: PB Cahaya Indonesia Bidik Medali Sirnas C Bayan Open 2026, Andalkan Pebulu Tangkis Muda Balikpapan

“Nah, ketiga ini yang paling penting adalah turnamen yang berkala. Kenapa, karena indikator keberhasilan sebuah pelatihan adalah turnamen,” jelasnya.

Menurut Risa, indikator keberhasilan sebuah kejuaraan atau turnamen yang dilaksanakan dilihat pula dari banyak hal di lapangan.

Apakah proses penyelenggaraan, termasuk perangkat pertandingan sudah sesuai standar atau tidak.

“Artinya poin-poin ini yang menjadi indikator pembinaan atlet daerah itu berhasil atau tidak,” tambahnya.

Di sisi lain, ia meyakini pembinaan atlet tidak bisa instan, melainkan harus bertahap. Makanya sejak 2024 lalu, PBSI Kaltim mencanangkan agar sirkuit nasional bisa terselenggara di Kaltim.

“Dari dua Sirnas di mana itu juga dipelopori oleh Bayan Open, dan sekarang kita jadi lima Sirnas. Yang insyaallah ke depannya akan bertambah,” sebutnya.

Baca Juga: Karhutla Melanda Muara Muntai Kukar, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Lahan Gambut

Mengacu itu, pihaknya berharap ke depan ada pembinaan yang secara konsisten dan berjenjang. Tidak sekarang, bisa jadi nanti di generasi selanjutnya.

Risa berkata, jika mungkin dulu daerah kerap dianggap layer bawah, bahkan sebagai bahan baku penyedia atlet. Ke depan, Pengprov bisa melahirkan atlet berprestasi itu sendiri.

“Tapi harapannya ke depan, mungkin Kaltim bisa punya semacam pemusatan latihan yang benar-benar mengakomodasi anak-anak Kaltim untuk kemudian bertarung di internasional,” tuntas dia. (rd)

Editor : Romdani.
Komjen Fadil Imran Bayan Open 2026 PBSI Kaltim Sirnas C bulu tangkis