KALTIMPOST.ID, BONTANG – SMA 5 (Smala) Balikpapan gagal mewujudkan target juara di Bangun Setia Graha (BSG) Cup 2026 yang digelar di Kota Bontang. Datang dengan kekuatan terbaik, Althaf dkk belum mampu menampilkan performa yang diharapkan.
Pada babak penyisihan terakhir, Smala Balikpapan harus mengakui keunggulan Smansa Samarinda dengan skor 60-71. Penyelesaian akhir menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi tim asuhan Bambang Teguh Priambodo tersebut.
“Lagi-lagi finishing anak-anak enggak bagus di pertandingan ini. Secara permainan, strategi kita sudah jalan. Hanya kurang efektif saja,” terang Bambang.
Baca Juga: Masa HGB Berakhir! PT KTMBS Jelaskan Alasan Pemilik Ruko Mal Lembuswana Kini Harus Sewa
Meski gagal melaju ke semifinal, Bambang menyebut banyak pelajaran berharga yang didapat dari turnamen di Bontang. Salah satunya terkait pengalaman dan jam terbang bagi para pemain Smala Balikpapan, terutama mereka yang baru bergabung.
“Dengan ikut turnamen ini, kami bisa mengetahui karakter tim lain di luar Balikpapan. Selain itu, yang terpenting adalah menit bermain untuk pemain yang baru. Intinya, kita dapat banyak pelajaran dari sini,” imbuh Bambang.
Bambang berharap BSG Cup dapat digelar secara rutin. Dengan demikian, tim-tim sekolah di Kaltim memiliki agenda kompetisi setiap tahun dan tidak hanya bergantung pada satu event.
“BSG Cup turnamen bagus, semoga ke depan bisa konsisten digelar dan bisa lebih baik lagi,” tukas Bambang. (*)
Editor : Ery Supriyadi