Efisiensi Anggaran Jangan Sampai Putuskan Pembinaan Atlet Kaltim

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:51 WIB
Wakil Ketua KONI Kaltim Dandri Dauri.
Wakil Ketua KONI Kaltim Andri Dauri.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Efisiensi anggaran tak boleh berujung pada terputusnya pembinaan atlet. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim menegaskan program pembinaan harus tetap berjalan meski ruang fiskal mengalami penyusutan.

Bagi KONI Kaltim, pembinaan atlet bukan program jangka pendek yang baru digenjot ketika Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 NTT-NTB sudah di depan mata. Atlet perlu dipelihara dalam satu sistem pembinaan berkelanjutan agar prestasi tidak dibangun secara instan.

Wakil Ketua II KONI Kaltim Andri Dauri mengatakan keterbatasan anggaran seharusnya tidak menjadi alasan untuk menghentikan proses yang sudah berjalan.

Baca Juga: Tuan Rumah Enggan Mengalah, Smansa Bontang Siap Habis-habisan di Final Party

“Duit boleh defisit, tapi atlet jangan,” tegas pria yang akrab disapa Dandri itu.

Menurut dia, kesinambungan menjadi bagian penting dalam membangun kekuatan olahraga Kaltim. Atlet yang sedang berada dalam proses pembinaan harus tetap mendapatkan ruang untuk berlatih dan berkembang, meski kondisi anggaran tidak selalu berada dalam situasi ideal.

Terlebih, KONI Kaltim ingin mengubah orientasi pembinaan dari sekadar mengejar prestasi dalam satu momentum menjadi investasi jangka panjang. Atlet yang dibina hari ini diproyeksikan menjadi kekuatan daerah pada PON-PON berikutnya.

Baca Juga: Smansa Balikpapan Tantang Smansa Bontang di Final BSG Cup

Sebab itu, keberpihakan terhadap atlet daerah menjadi salah satu fokus. Kaltim tidak ingin pembinaan hanya menghasilkan prestasi sesaat, tetapi juga membangun stok atlet lokal yang dapat menjadi tulang punggung kontingen di masa mendatang.

“Putra daerah harus kita persiapkan pada saat PON di masa-masa yang akan datang,” ujarnya.

Dandri menilai proses tersebut harus dimulai sejak awal. Jenjang pembinaan mesti jelas, mulai dari menemukan bibit, menjaga mereka tetap berada dalam program latihan, hingga mempersiapkan atlet menuju level nasional.

Artinya, ukuran keberhasilan pembinaan tidak semata-mata dilihat dari jumlah medali pada satu ajang. Keberlanjutan atlet dan munculnya regenerasi menjadi bagian yang tak kalah penting.

Pembenahan juga menyentuh tata kelola atlet. KONI Kaltim menyiapkan mekanisme pengesahan atlet yang lebih terukur dengan memanfaatkan aplikasi. Sistem tersebut diharapkan membuat proses verifikasi dan keabsahan atlet lebih tertata dibandingkan pemeriksaan manual.

“Ini semua mekanisme, dengan hastag babak baru pembinaan olahraga di Kaltim,” bebernya.

Di sisi lain, Dandri mengingatkan pembinaan atlet tidak hanya menjadi tanggung jawab organisasi olahraga. Keluarga memiliki peran penting dalam menjaga atlet tetap berada di jalur pembinaan, terutama dalam mendukung kebutuhan selama menjalani latihan dan kompetisi.

Dengan pola tersebut, KONI Kaltim ingin membangun fondasi prestasi yang tidak bergantung pada momentum. Efisiensi anggaran tetap harus dijalankan, tetapi program yang menyangkut keberlangsungan atlet tidak boleh ikut kehilangan arah.

Sebab, target PON berikutnya tidak bisa disiapkan dalam hitungan bulan. Atlet yang akan menjadi kekuatan Kaltim harus mulai dipersiapkan jauh sebelum panggung pertandingan tiba. (*)

Editor : Duito Susanto
efisiensi anggaran KONI kaltim pembinaan atlet