IPSI Samarinda Perbanyak Kejuaraan untuk Tingkatkan Jam Terbang Atlet Pencak Silat

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37 WIB
KEJUARAAN: Kejuaraan Pencak Silat Walikota Samarinda Cup Open 2026 diikuti 850 atlet dari lima kabupaten/kota di Kaltim dan berlangsung di GOR Segiri Samarinda, 26–29 Agustus. (Nasya Rahaya/KP)
KEJUARAAN: Kejuaraan Pencak Silat Walikota Samarinda Cup Open 2026 diikuti 850 atlet dari lima kabupaten/kota di Kaltim dan berlangsung di GOR Segiri Samarinda, 26–29 Agustus. (Nasya Rahaya/KP)

SAMARINDA – Latihan rutin belum cukup untuk mengukur kemampuan atlet pencak silat. Minimnya kompetisi membuat atlet membutuhkan lebih banyak kesempatan bertanding untuk menguji hasil latihan sekaligus menambah pengalaman.

Kondisi tersebut mendorong Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Samarinda bersama Pemerintah Kota Samarinda memperbanyak kejuaraan sebagai bagian dari pembinaan atlet.

Ketua Umum IPSI Kota Samarinda yang juga Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda Muslimin mengatakan, Kejuaraan Pencak Silat Walikota Samarinda Cup Open 2026 menjadi salah satu wadah bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

Baca Juga: 850 Atlet Ikuti Walikota Samarinda Cup Open 2026, Jadi Ajang Pembinaan Pencak Silat Kaltim

Kejuaraan yang memasuki penyelenggaraan ketiga tersebut diikuti 850 atlet dari lima kabupaten/kota di Kalimantan Timur (Kaltim). Pertandingan berlangsung di GOR Segiri Samarinda, 26–29 Agustus.

Menurut Muslimin, kompetisi penting karena kesempatan bertanding bagi atlet masih terbatas. Padahal, kemampuan seorang atlet tidak cukup dinilai hanya dari proses latihan.

“Karena selama ini event kejuaraan itu sangat terbatas. Sedangkan antusiasnya besar. Salah satu cara untuk memberikan mereka kesempatan untuk bertanding sekaligus juga untuk melakukan evaluasi terhadap hasil latihan mereka ya seperti kegiatan saat ini,” kata Muslimin.

Ketua Umum IPSI Kota Samarinda yang juga Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda Muslimin. (Nasya Rahaya/KP)
Ketua Umum IPSI Kota Samarinda yang juga Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda Muslimin. (Nasya Rahaya/KP)

Melalui pertandingan, atlet dan pelatih dapat melihat secara langsung perkembangan kemampuan yang selama ini dibangun dalam latihan. Arena pertandingan juga menjadi tempat untuk menguji mental, strategi, serta kemampuan menghadapi lawan dengan karakter berbeda.

Karena itu, Pemkot Samarinda melalui Disporapar bersama IPSI Samarinda berupaya menjadikan Walikota Samarinda Cup Open sebagai agenda berkelanjutan. Kejuaraan tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi, tetapi juga memberikan jam terbang bagi atlet sejak usia pembinaan.

“Ini menjadi sebuah agenda rutin Pemerintah Kota Samarinda melalui Disporapar untuk melaksanakan kegiatan pencak silat. Ini yang ketiga,” ujarnya.

Muslimin menegaskan dukungan pemerintah terhadap pembinaan olahraga tidak hanya diberikan kepada pencak silat. Pemkot Samarinda memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi pembinaan berbagai cabang olahraga.

“Pemerintah Kota Samarinda, melalui wali kota, bertanggung jawab untuk memberikan fasilitasi pembinaan olahraga ke semua cabang olahraga,” tegasnya.

Sejumlah cabang olahraga seperti judo, anggar, karate, hingga kempo juga menjadi bagian dari perhatian pembinaan. Salah satu bentuk keberlanjutannya ialah mempersiapkan dan mengikutsertakan atlet Samarinda dalam berbagai ajang olahraga pelajar di tingkat provinsi.

Editor : Muhammad Ridhuan
pencak silat Samarinda Walikota Samarinda Cup Open 2026 Kejuaraan Pencak Silat Samarinda pembinaan atlet pencak silat IPSI Samarinda