KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Peluang Kaltim mendulang medali dari cabang olahraga menembak pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang mulai dipetakan sejak dini. Bukan hanya mengandalkan atlet senior, Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Kaltim kini menggenjot regenerasi melalui sekolah menembak di sejumlah daerah.
Program tersebut mendapat apresiasi dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim saat melakukan kunjungan ke Sekretariat Pengprov Perbakin Kaltim di Kompleks Perkantoran Balikpapan SuperBlok, Selasa (25/8) siang.
Ketua KONI Kaltim Anderiy melihat langsung latihan atlet-atlet muda binaan sekolah menembak Perbakin. Ia menilai program yang diinisiasi Ketua Perbakin Kaltim Roy Nirwan itu menjadi langkah penting untuk menyiapkan kekuatan baru Kaltim di ajang nasional.
Baca Juga: Raja Norwegia Harald V Meninggal Dunia setelah 35 Tahun Bertakhta, Siapa Raja Selanjutnya?
“Harus saya apresiasikan terobosan dari Ketua Perbakin Kaltim Roy Nirwan lewat program sekolah menembak, kini Kaltim punya atlet-atlet muda terbaik yang bisa diandalkan dalam PON mendatang,” katanya.
Sekretaris Pengprov Perbakin Kaltim Ilman Nafian mengatakan, saat ini terdapat empat sekolah menembak yang beroperasi di Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Penajam Paser Utara (PPU).
Keberadaan sekolah tersebut diarahkan untuk membangun fondasi atlet sejak usia muda. Hasilnya mulai terlihat dari perkembangan atlet yang dibina.
“Alhamdulillah sudah mulai terlihat, jika tidak ada halangan PON mendatang kita sudah punya target beberapa nomor untuk memperoleh medali,” ujar Ilman.
Potensi tersebut semakin besar mengingat cabang olahraga menembak memiliki sekitar 50 nomor pertandingan. Banyaknya nomor yang dipertandingkan membuka ruang bagi Kaltim untuk mengumpulkan medali apabila pembinaan berjalan konsisten.
Namun, sebelum berbicara lebih jauh mengenai PON, Perbakin Kaltim juga tengah menghadapi agenda terdekat, yakni Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) di Kabupaten Paser.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca BMKG 29 Agustus 2026: Waspada Sirkulasi Siklonik dan Hujan Lebat
Ilman mengatakan, pihaknya telah meninjau langsung venue yang akan digunakan untuk pertandingan menembak. Dari hasil peninjauan, terdapat sejumlah nomor yang fasilitasnya dinilai belum tersedia secara memadai di Paser.
Karena itu, Perbakin mengusulkan agar beberapa nomor dipindahkan ke Balikpapan. Di antaranya nomor tembak reaksi dan berburu yang dinilai dapat memanfaatkan fasilitas lapangan Brimob serta Manggar.
“Seperti bidang tembak reaksi dan berburu, lapangan Brimob dan Manggar Balikpapan bisa dimanfaatkan untuk nomor tanding yang fasilitas venue-nya tidak tersedia di lapangan tembak di Paser,” jelasnya.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Anderiy. KONI Kaltim akan meneruskannya kepada PB Porprov. Namun, Perbakin diminta menyampaikan usulan secara resmi melalui surat dengan tembusan kepada KONI dan Dispora Kaltim.
Anderiy mengingatkan, pemindahan pertandingan ke dua daerah juga memiliki konsekuensi. Terutama bagi atlet yang harus mengikuti beberapa nomor pertandingan sekaligus.
“Memang ada plus minus jika dimainkan di dua tempat berbeda seperti Paser dan Balikpapan. Khususnya satu atlet menembak yang harus turun di beberapa nomor, jika nomornya nanti ada yang dimainkan di venue Paser dan juga venue Balikpapan, akan sulit membagi waktunya, karena jarak Balikpapan dan Paser tidak dekat,” tuturnya.
Karena itu, penyusunan jadwal pertandingan menjadi krusial. Technical delegate (TD) diminta mengatur jadwal secara cermat agar atlet yang mengikuti lebih dari satu nomor tidak mengalami benturan waktu maupun kesulitan mobilisasi.
Di luar agenda Porprov, KONI Kaltim melihat pembinaan atlet muda Perbakin sebagai investasi jangka panjang. Anderiy bahkan mendorong agar cabang olahraga tersebut masuk dalam prioritas penjajakan kerja sama dengan pihak swasta melalui skema mitra atau “orang tua asuh”.
“Dan ini akan kita sampaikan ke Pak Gubernur, melihat atlet-atlet menembak Kaltim juga muda-muda, jadi momentumnya sangat pas untuk dibina,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi