Duel Menegangkan di Semifinal, Pasangan Debby-Anggia Melaju ke Final

Oktavia Megaria • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:14 WIB
MEMUKAU: Pasangan PB Bayan tampil memukau lewat duel sengit dengan tim PB Hevindo.
MEMUKAU: Pasangan PB Bayan tampil memukau lewat duel sengit dengan tim PB Hevindo.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Riuh penonton memenuhi arena BSCC Dome. Tak hanya sejak partai ganda veteran, ketegangan berlanjut hingga ke duel ganda dewasa putri, Jumat (28/8) malam. 

Pasalnya, pertandingan antara perwakilan PB Bayan dan PB Hevindo itu berlangsung cukup sengit. Di mana, game berakhir dengan keunggulan ganda putri PB Bayan lewat rubber game.

Baca Juga: Sekolah Menembak Perbakin Kaltim Jadi Investasi Medali PON

Di sisi lain, kehadiran Debby Susanto di lapangan menjadi magnet tersendiri yang sayang dilewatkan penggemar bulutangkis. Meski tak muda lagi, juara All England 2016 itu masih menunjukkan teknik bermain yang luar biasa.

Bersama Anggia Sitta Awanda, dirinya menunjukkam kerja sama yang apik. Mengantarkan PB Bayan melaju ke babak final yang berlangsung malam ini (29/8).
Terkait hasil ini, Debby mengaku bangga dan bersyukur bisa menyelesaikan game dengan baik tanpa ada cedera.

Baca Juga: Tembus Final Sirnas C Bayan Open 2026, Balikpapan Mulai Unjuk Prestasi

“Sebenarnya kami lebih have fun di lapangan biar bisa enjoy mainnya, lebih ke itu aja sih,” kata pebulu tangkis 37 tahun itu. 

Soal persiapan ke final, Debby tak muluk-muluk. Istirahat cukup dan menjaga pola makan masih menjadi cara terbaik. 

Apalagi, ia tak menampik faktor usia membuatnya harus ekstra hati-hati. Meski secara mental, mantan partner Praveen Jordan ini mengaku tak terlalu merasa terbebani.

“Ya, kalau dari segi mental kan sudah biasa. Cuma perbedaannya kan sudah pensiun lama. Terus sudah punya anak, jadi perbedaannya di situ. Cuma ya kami pikir mainnya lebih enjoy saja, sama taktisnya,” ungkap ibu satu anak itu.

Terlepas dari itu, Debby berharap regenerasi bulu tangkis Indonesia tetap berjalan. Bahkan mengejar lebih cepat lagi.
Menurutnya, Indonesia cukup tertinggal dari negara lain soal pembinaan atlet.

“Tapi alangkah bagusnya kalau yang muda-muda ini lebih sering ikut pertandingan. Jadi jam terbangnya lebih banyak,” pungkas dia. (*)

Editor : Duito Susanto
PB Hevindo pb bayan debby susanto Bayan Open balikpapan