KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Tongkat kepemimpinan Pengcab Indonesia Cycling Federation (ICF) Balikpapan resmi berganti. Taufik Beny, resmi terpilih aklamasi memimpin untuk periode 2026-2030, pada musyawarah kota (muskot) di Hotel Grand Tiga Mustika, Rabu (2/9).
Terkait itu, Taufik Beny menyampaikan terima kasih atas amanah yang diterima. Selanjutnya, kepengurusan ini pun diupayakan segera bisa berkoordinasi dengan seluruh klub terkait kesiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026.
“Terdekat kami komunikasikan ke klub-klub, juga ke atlet yang masih menjalani pelatihan seperti Aimar, serta atlet-atlet muda. Seharusnya akan ada konsolidasi lagi, termasuk komunikasi dengan Disparpora,” jelasnya.
Baca Juga: KONI Kutai Barat Tegaskan Dana TC Harus Dikelola Transparan
Dia menyebutkan, saat ini terdapat lebih dari 20 klub sepeda di Balikpapan. Total, ada 16 klub yang hadir dalam Muskot dan memberi dukungan suara.
Menurutnya, animo akan olahraga sepeda saat ini memang cukup tinggi. Sebab tak hanya prestasi, komunitas ini juga berasal dari orang-orang yang menjadikan sepeda sebagai hobi.
“Kemarin waktu kita gobar (gowes bareng) itu, hampir 300 peserta. Padahal itu kan cuma sekedar perkenalan saja. Artinya memang tinggi sekali peminat sepeda ini,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov ICF Kaltim Malvin Ardento berharap kepemimpinan yang terpilih bisa mengayomi klub-klub yang ada di Balikpapan. Apalagi, sepeda ini punya kategorinya besar, seperti BMX, road bike, MTB tanah-tanah, hingga velodrome.
Baca Juga: Tarung Derajat Pelajar Kaltim Raih 5 Medali di Kejurnas BHS Cup 2026 Surabaya
“Mudah-mudahan ketua yang terpilih bisa mengayomi semua klub-klub yang ada. Karena ini tugas yang tidak mudah, banyak kategori yang diurus,” sebutnya.
Di sisi lain, Malvin menyebut pula bahwa perkembangan olahraga sepeda saat ini terus meningkat. Makanya, ICF Kaltim tengah mengupayakan untuk membentuk kepengurusan di seluruh daerah, yang saat ini hanya tinggal Mahakam Ulu saja.
“Ini lagi cari kandidatnya, akan dibentuk juga untuk Mahakam Ulu. Ya tahun ini harus terbentuk semua,” imbuh Malvin.
Tak hanya kepengurusan, lanjut dia, ICF Kaltim juga menekankan pembinaan yang kontinu. Termasuk, atlet yang dulunya terkendala biaya untuk latihan di Pulau Jawa, difasilitasi agar bisa berangkat ke sana.
Malvin menilai, pelatihan intensif itu memberi dampak signifikan terhadap kemampuan atlet. Sebab, para atlet menjalani latihan bersama dengan atlet lainnya.
“Mereka tidak latihan sendiri, jadi bisa compare teknik. Ada persaingan, ada motivasi. Terus ikut kejuaraan juga gampang, hampir setiap bulan ada kejuaraan di Jawa,” tandasnya. (*)
Editor : Duito Susanto