SAMARINDA – Keterbatasan fasilitas tak menghalangi tim hoki indoor Kalimantan Timur (Kaltim) membawa pulang dua medali dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Hoki Indoor 2026 di Banten, 21–31 Agustus.
Tim putra Kaltim meraih medali perak, sedangkan tim putri membawa pulang perunggu. Keduanya berlaga di kategori Tier 2.
Tim putra menjadi runner-up setelah kalah tipis 2-3 dari DKI Jakarta pada partai final. Sementara tim putri mengamankan posisi ketiga setelah menundukkan DI Yogyakarta dengan skor 1-0.
Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Federasi Hoki Indonesia (FHI) Kaltim, Sri Norma Yunita alias Eno, mengakui hasil tersebut belum sepenuhnya sesuai target. Namun, dua medali tetap menjadi capaian yang patut disyukuri mengingat persiapan tim dibayangi keterbatasan fasilitas.
“Alhamdulillah kita berada di tier 2. Kita minta maaf karena tidak sesuai target, kita runner-up, putra perak dan putri perunggu,” ujarnya.
Baca Juga: Persiapan Panjang Bikin Pede, Hoki Kaltim Tak Remehkan Lawan
Latihan di Lapangan Futsal
Persoalan fasilitas menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi skuad Kaltim. Selama menjalani pemusatan latihan (TC) selama 20 hari, para atlet hanya berlatih menggunakan lapangan futsal karena Kaltim belum memiliki lapangan hoki indoor berstandar.
Kondisi tersebut berpengaruh ketika tim tampil di Banten. Ukuran lapangan futsal yang digunakan selama TC lebih kecil dibanding lapangan hoki indoor yang digunakan dalam kejurnas. Atlet pun harus kembali beradaptasi dengan ruang permainan yang lebih luas.
Tantangan semakin terasa karena mayoritas pemain yang diturunkan merupakan atlet hoki outdoor. Dari sisi teknik dan pola permainan indoor, mereka masih membutuhkan penyesuaian.
Meski demikian, Eno menilai kondisi fisik atlet Kaltim cukup merata dengan daerah lain. Dari sisi pembinaan, komposisi tim juga mulai diarahkan untuk kepentingan jangka panjang.
Komposisi skuad dibuat dengan perbandingan 50 persen atlet senior dan 50 persen junior. Pola tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju target yang lebih besar, termasuk PON mendatang.
Sempat Terancam Batal Berangkat
Untuk keberangkatan ke Banten, persoalan pembiayaan tidak menjadi hambatan utama. Kebutuhan tim ditopang dana cabang olahraga andalan serta dukungan sponsor.
Dukungan sponsor bahkan menjadi penentu keberangkatan tim putri yang sempat terancam batal.
“Awalnya putri tidak jadi berangkat, tapi Alhamdulillah ada sponsor sehingga akhirnya kita berangkat,” ungkap Eno.
Usai kejurnas, para atlet sementara kembali ke daerah masing-masing. Mereka tetap diminta menjaga kondisi fisik melalui latihan mandiri sebelum kembali menjalani program latihan bersama.
Skuad Kaltim dijadwalkan kembali bergabung pada 7 September 2026. Porprov menjadi salah satu agenda terdekat yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju target yang lebih besar.
“Insya Allah tanggal 7 itu kembali lagi gabung latihan dari daerah-daerah,” kata Eno.
Bagi FHI Kaltim, raihan perak dan perunggu di Banten menjadi modal sekaligus bahan evaluasi. Terutama terkait kebutuhan fasilitas latihan yang representatif agar perkembangan hoki indoor tidak tertinggal dari nomor outdoor.
Eno berharap hoki indoor Kaltim ke depan mampu mengejar prestasi yang selama ini telah ditorehkan nomor outdoor.
“Terima kasih kepada Ketua KONI Kalimantan Timur beserta jajarannya dan para pelatih yang sudah menjadi bagian dari kejurnas ini. Mudah-mudahan ke depannya hoki Kalimantan Timur, khususnya indoor, lebih berprestasi lagi seperti hoki outdoor,” pungkasnya.
Editor : Muhammad Ridhuan