KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Hasil kejuaraan Sirkuit Nasional (Sirnas) C Bayan Open 2026 menjadi bahan evaluasi penting bagi PB Hevindo Balikpapan. Target mempertahankan tiga medali emas seperti di Sirnas Kutai Timur sebelumnya belum berhasil diwujudkan.
Dalam ajang tersebut, Hevindo membawa pulang satu medali perak dan tiga medali perunggu. Mereka sebenarnya hampir mengantongi emas pada nomor ganda pemula putri, namun harus mengakui keunggulan lawan usai melakoni partai sengit kontra wakil PB Djarum.
Manajer PB Hevindo, Rafael Valentino, mengakui capaian tersebut memang belum sesuai target awal tim.
Baca Juga: SSB Bebanir Juara Liga AAFI U-13, Bidik Tiket Nasional
"Terkait evaluasi Bayan Open, secara hasil tentu saja meleset. Hevindo kali ini belum bisa menyumbang medali emas bagi Balikpapan," ungkap Rafael, Senin (7/9).
Kendati demikian, dia menilai daya juang para atlet di lapangan secara umum sudah menunjukkan perkembangan positif, baik dari kematangan permainan maupun ketangguhan mental bertanding.
Namun, Rafael menyoroti konsistensi fokus atlet yang kerap goyah pada saat-saat krusial perebutan tiket final.
"Termasuk di nomor ganda pemula putri yang sudah memaksakan rubber game dengan PB Djarum. Mereka sempat unggul di gim ketiga, tapi mungkin karena tegang sehingga belum mampu meraih emas dan harus puas dengan medali perak," paparnya.
Baca Juga: Inkado Balikpapan Bentuk Dojo Prestasi untuk Cetak Atlet Unggul
Meski belum berhasil merebut podium tertinggi, jajaran pelatih enggan larut dalam kekecewaan dan tidak ingin membebani mental para pebulu tangkis muda binaannya. Fokus kini langsung dialihkan menyambut tiga agenda kejuaraan penting pada September ini.
Tiga kejuaraan yang siap diarungi meliputi Hydroplus Sirnas A dan Sirnas C Piala Raja Hamengkubuwono X di Yogyakarta, disusul Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulu Tangkis di Balikpapan.
"Pesan utama saya kepada anak-anak, jaga kesehatan dan hindari cedera. Agenda pertandingan sepanjang September ini sangat padat," pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto