KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ring pertandingan bakal menjadi panggung bagi para petarung muda Kalimantan Timur. Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Kaltim menyiapkan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Muaythai Youth dan Yunior 2026 yang dijadwalkan berlangsung November mendatang.
Gedung Behempas, Kompleks GOR Segiri, Samarinda, dipilih sebagai lokasi pertandingan. Persiapan kejuaraan mulai dimatangkan melalui rapat konsolidasi Pengprov MI Kaltim di Seraung Coffice, Samarinda, Selasa (15/9).
Rapat tersebut dihadiri sejumlah pengurus, di antaranya Ketua Umum Pengprov MI Kaltim Rusdiansyah Aras, Ketua Harian Zulkarnaen, Sekretaris Umum Rony, Wakil Sekretaris Ali Husni, Ketua Bidang Organisasi Herry Yudistira, Ketua Bidang Data Ronny Rachman, serta anggota bidang organisasi Wahyudin.
Baca Juga: BBM Langka dan Listrik Mati Bergilir di Kaltim, DPD RI: Berarti Ada Yang Bermasalah!
Selain membahas teknis pelaksanaan, rapat menetapkan biaya pendaftaran sebesar Rp100 ribu per atlet. Peserta juga diwajibkan menyertakan bukti kepemilikan BPJS Ketenagakerjaan sebagai salah satu syarat mengikuti kejuaraan.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari perhatian MI Kaltim terhadap aspek keselamatan atlet. Perlindungan peserta dinilai penting karena pertandingan muaythai memiliki karakter olahraga kontak yang membutuhkan kesiapan medis dan jaminan keselamatan.
Kejurprov Youth dan Yunior 2026 juga diproyeksikan sebagai salah satu pintu masuk regenerasi atlet muaythai Kaltim. Peserta dari seluruh Pengcab kabupaten/kota se-Kaltim akan mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi bagian dari proses penjaringan atlet potensial.
Bibit-bibit terbaik dari kelompok usia tersebut nantinya diharapkan dapat dipersiapkan menghadapi jenjang kompetisi yang lebih tinggi, mulai Kejurnas, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga Pra-PON.
Pemilihan Gedung Behempas turut mempertimbangkan kesiapan fasilitas dan akses menuju lokasi. Sementara itu, pelaksanaan pada November disusun dengan memperhatikan kalender pendidikan agar agenda pertandingan tidak berbenturan dengan jadwal ujian sekolah atlet.
Persyaratan peserta juga akan diverifikasi secara ketat. Dokumen pembuktian usia, seperti akta kelahiran dan ijazah, menjadi bagian yang diperiksa sebelum atlet dinyatakan memenuhi ketentuan.
Baca Juga: Kapan TPP Pegawai RSUD AWS Cair? Sekprov Kaltim Sri Wahyuni Beri Kepastian Anggaran Rp 105 Miliar
Di arena pertandingan, aspek keselamatan diperkuat dengan kesiapan tim medis untuk menangani kondisi darurat. Pengprov MI Kaltim juga menyiapkan perangkat pertandingan yang dinilai mampu menjaga jalannya laga tetap objektif sesuai regulasi.
Para pelatih dan wasit akan mendapatkan penyegaran aturan terbaru sebelum kejuaraan dimulai. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menyamakan pemahaman seluruh pihak yang terlibat dalam pertandingan.
Dari sisi dukungan, Pengprov MI Kaltim berencana memperkuat sinergi dengan KONI Kaltim dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Kerja sama dengan pihak swasta melalui sponsorship juga dibuka untuk mendukung kebutuhan operasional kejuaraan.
Bagi MI Kaltim, Kejurprov ini bukan semata-mata mengejar medali. Kejuaraan tersebut diharapkan menjadi ruang pembentukan karakter dan disiplin sekaligus memperkuat fondasi regenerasi atlet muaythai Kaltim menuju persaingan di tingkat nasional dan internasional. (*)
Editor : Ery Supriyadi