SAMARINDA – Sebanyak 101 tim pelajar dari tujuh kabupaten/kota mengikuti Kejuaraan Futsal Gubernur Kaltim 2026. Turnamen yang mempertemukan pelajar jenjang SMP, SMA dan SMK tersebut menjadi salah satu ruang untuk memantau potensi atlet futsal muda dari berbagai daerah.
Kejuaraan yang digelar Ikatan Guru Olahraga Nasional (IGORNAS) itu berlangsung selama lima hari hingga 25 September. Tujuh daerah yang mengirimkan wakil yakni Samarinda, Balikpapan, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Bontang, Kutai Barat dan Penajam Paser Utara.
Sementara Berau, Paser dan Mahakam Ulu belum mengirimkan delegasi pada kejuaraan tahun ini.
Pelaksana Tugas Kepala Dispora Kaltim Rasman Rading mengatakan, banyaknya peserta dapat menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus pemetaan potensi atlet futsal di Kaltim.
“Kita sih berharap kejuaraan ini sebagai bagian proses dari pemilihan atau seleksi-seleksi atlet futsal ke depan,” ujar Rasman.
Menurutnya, kompetisi rutin dibutuhkan untuk memberi pengalaman bertanding kepada atlet muda. Persaingan yang sehat juga menjadi ruang bagi pemain menunjukkan kemampuan sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam proses pembinaan berikutnya.
Selain pembinaan prestasi, Rasman melihat perkembangan futsal juga berpotensi mendorong aktivitas ekonomi di sektor olahraga. Kompetisi yang menarik dapat melibatkan penonton, UMKM, pelaku usaha perlengkapan olahraga hingga sponsor.
“Animo terkait dengan futsal ini sebagai simbol bahwa olahraga ini sudah patut, layak untuk dijadikan sport industri,” katanya.
Baca Juga: AFI Paser Gaet Coach Azhar Rahman, Bidik Emas Futsal Porprov Kaltim 2026
Ia mengatakan aspek kebugaran, prestasi dan aktivitas ekonomi dapat berkembang bersamaan apabila kompetisi olahraga digelar secara berkelanjutan.
“Semakin bagus kompetisinya, maka akan semakin menarik untuk ditonton orang. Dan di situlah letaknya fungsi olahraga, perpaduan antara kebugaran, prestasi, dan sport industri,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan Futsal Gubernur Kaltim 2026 Musmulyadi mengatakan, seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung hingga malam hari dan berakhir sekitar pukul 22.00 Wita.
Padatnya jumlah peserta membuat agenda pertandingan cukup rapat. Namun, pada hari pertama seluruh pertandingan masih berjalan sesuai jadwal dan kondisi di lapangan terkendali.
“Aman. Semua terkendali dengan baik,” tegas Musmulyadi.
Kejuaraan ini menjadi penyelenggaraan Piala Gubernur Kaltim pertama yang digelar IGORNAS. Adapun ajang Piala Gubernur Kaltim sendiri telah beberapa kali diselenggarakan sebelumnya.
Editor : Muhammad Ridhuan