SAMARINDA – Cabang olahraga (cabor) padel berpeluang masuk sebagai olahraga eksibisi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kaltim 2026. Sinyal tersebut disampaikan KONI Kaltim seiring pesatnya perkembangan olahraga padel di daerah.
Wakil Ketua I KONI Kaltim Hendra Radinal Ary menyampaikan hal tersebut saat membuka Kadin Padel Competition di Prime Padel Arena, Samarinda, Jumat (25/9).
Menurut Hendra, tingginya partisipasi dalam kompetisi yang berlangsung 25–27 September menjadi gambaran perkembangan padel di Kaltim. Sekitar 400 peserta ambil bagian, termasuk pemain dari luar daerah seperti Bali, Makassar hingga Jakarta.
“Ini sangat luar biasa sekali. Saya pikir ini kegiatan yang terbesar lah di Kaltim untuk kategori olahraga Padel,” kata Hendra.
Kompetisi tersebut juga menerapkan regulasi Persatuan Besar Padel Indonesia (PBPI), mulai dari order of play, aturan hingga ketentuan pertandingan. Kelas yang dipertandingkan meliputi low bronze, bronze, dan silver.
Sistem pertandingan menggunakan standar nasional dan internasional dengan total hadiah mencapai Rp130 juta.
Baca Juga: Coret 5 Cabor di Porprov Kaltim 2026, KONI Kaltim Tawarkan Opsi Laga Mandiri
Perkembangan tersebut dinilai menjadi salah satu modal bagi padel untuk masuk dalam agenda olahraga daerah. Hendra menyebut olahraga tersebut telah mendapat rekomendasi untuk tampil sebagai eksibisi pada Porprov VIII Kaltim 2026.
“Yang menggembirakan sekali juga melalui rekomendasi daripada Pak Kadispora bahwasanya olahraga Padel ini masuk di dalam eksibisi Porprov VIII tahun 2026 nanti,” ujarnya.
Bagi KONI Kaltim, eksibisi dapat menjadi salah satu tahapan untuk melihat perkembangan dan potensi pembinaan padel di daerah. Terlebih, atlet Kaltim disebut telah mencatatkan prestasi di level Asian Games dengan raihan medali perunggu.
Perkembangan padel dalam beberapa tahun terakhir juga terlihat dari semakin banyaknya kompetisi yang digelar. Kadin Padel Competition menjadi salah satu ajang yang mempertemukan pemain dari Kaltim dan sejumlah daerah di luar provinsi.
Ketua Panitia HUT Kadin ke-58 Adnan Faridhan mengatakan kompetisi berlangsung selama tiga hari. Kadin memilih padel karena olahraga tersebut tengah banyak diminati masyarakat.
“Dari Kadin ini yang pertama, karena kebetulan olahraga Padel lagi sedang hype ya. Kita kombinasikan dengan pasar murah,” kata Adnan.
Selain mempertandingkan kelas low bronze, bronze, dan silver, kompetisi tersebut menghadirkan peserta dari sejumlah daerah di luar Kaltim. Pertandingan pun menjadi ruang pertemuan bagi pemain dari berbagai daerah sekaligus menunjukkan meningkatnya minat terhadap olahraga padel.
Editor : Muhammad Ridhuan