Hasil Kejurnas Arung Jeram 2026: Kaltim Sabet Emas dan Ukur Peta Kekuatan Menuju PON

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 19:21 WIB
HASIL: Atlet FAJI Kaltim berlaga pada Kejurnas Arung Jeram Indonesia 2026 di Sungai Ayung, Bali. (IST)
HASIL: Atlet FAJI Kaltim berlaga pada Kejurnas Arung Jeram Indonesia 2026 di Sungai Ayung, Bali. (IST)

SAMARINDA – Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalimantan Timur membawa pulang tiga medali dari Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram Indonesia 2026 di Sungai Ayung, Kabupaten Badung, Bali. Dari lima tim yang dikirim, Kaltim meraih satu emas, satu perak, dan satu perunggu.

Kejurnas yang berlangsung 23–28 September itu diikuti kontingen dari 16 provinsi. Kaltim mengirim 25 atlet yang terbagi dalam lima tim pada kategori senior putra, U-23 putra-putri, serta U-19 putra-putri.

Medali emas diraih pada nomor R4 Mix Open Raft Slalom Challenge. Sementara medali perak diperoleh dari nomor U-23 Women Slalom dan perunggu melalui U-19 Men Down River Race.

Ketua Harian FAJI Kaltim Michael Henry Smith mengatakan, capaian tersebut belum memenuhi target yang ditetapkan sebelum keberangkatan. Kaltim sebelumnya membidik posisi dua besar sebagai salah satu upaya membuka peluang menuju kejuaraan dunia 2027.

“Tidak terpenuhi, kans kejuaraan dunianya jauh,” kata Smith kepada Kaltim Post.

Meski demikian, hasil Kejurnas menjadi bahan evaluasi bagi FAJI Kaltim. Smith menilai performa atlet secara umum cukup, meski terdapat persoalan teknis pada perangkat pertandingan yang menurutnya turut memengaruhi hasil.

Baca Juga: Arung Jeram Bakal Tandingkan Nomor Campuran Putra Putri, Ini Langkah FAJI Kaltim

“Sebenarnya tidak sesuai harapan, ada hal teknis (perangkat pertandingan) yang mengganggu hasil. Namun ya secara umum cukup lah, karena rata-rata kategori yang diikuti, Kaltim masih yang nomor satu di luar Pulau Jawa,” ujarnya.

Selain mengevaluasi performa atlet, Kejurnas di Bali juga menjadi kesempatan bagi FAJI Kaltim memetakan kekuatan antarprovinsi. Hasil tersebut akan menjadi salah satu bahan persiapan menghadapi babak kualifikasi PON (BK-PON) 2027.

“Peta kekuatan cukup bisa diukur untuk persiapan BK-PON tahun depan,” katanya.

Persaingan di kawasan Kalimantan dan Sulawesi menjadi salah satu perhatian. Smith menyebut kekuatan Kaltim masih cukup dominan dibandingkan daerah lain di zona tersebut.

“Untuk zona Kalimantan-Sulawesi, Kaltim kayaknya masih dominan,” ujarnya.

Hasil Kejurnas juga menjadi catatan bagi FAJI Kaltim dalam menentukan nomor yang perlu diperkuat menjelang tahapan menuju PON 2028. Evaluasi akan dilakukan terhadap nomor yang belum mencapai target, sekaligus mempertahankan performa pada nomor yang berhasil menyumbangkan medali.

Kejurnas Arung Jeram 2026 menjadi salah satu tahapan menuju PON Nusa Tenggara Timur-Nusa Tenggara Barat (NTT-NTB) 2028. Keikutsertaan dalam kejuaraan nasional juga berkaitan dengan pemetaan dan penentuan kuota wilayah untuk ajang olahraga nasional tersebut.

Editor : Muhammad Ridhuan
Kejurnas Arung Jeram 2026 Sungai Ayung Bali FAJI Kaltim KONI kaltim Olahraga Kaltim