Kian Populer di Kaltim, Olahraga Padel Mulai Seleksi Atlet Menuju PON

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 19:14 WIB
MASUK PENDATAAN: Ketua Umum PBPI Kaltim, Bermot Silitonga mengatakan sekitar 30 atlet yang masuk pendataan telah memiliki klub yang terdaftar di PBPI pusat. (IST)
MASUK PENDATAAN: Ketua Umum PBPI Kaltim, Bermot Silitonga mengatakan sekitar 30 atlet yang masuk pendataan telah memiliki klub yang terdaftar di PBPI pusat. (IST)

SAMARINDA – Perkembangan olahraga padel di Kalimantan Timur mendorong Pengurus Besar Padel Indonesia (PBPI) Kaltim mulai memetakan pemain untuk jalur prestasi. Sekitar 30 atlet yang masuk kategori pemain profesional kini didata sebagai bagian dari persiapan menghadapi kompetisi nasional hingga Pekan Olahraga Nasional (PON).

Pemetaan tersebut tidak hanya menyasar atlet yang berdomisili di Kaltim. Sejumlah pemain yang sedang kuliah, bekerja maupun bermain di luar daerah turut masuk dalam pendataan untuk melihat potensi yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan Kaltim.

Ketua Umum PBPI Kaltim Bermot Silitonga mengatakan, sekitar 30 atlet yang masuk pendataan telah memiliki klub yang terdaftar di PBPI pusat.

“Benar sekali. Mereka mempunyai klub yang terdata di PBPI pusat juga. Jadi mereka atlet-atlet yang siap kita kembangkan lagi,” kata Bermot.

Baca Juga: Kadin Padel Competition Samarinda: Ajang Olahraga dan Peluang Bisnis Ratusan Pengusaha

Menurutnya, pemetaan diperlukan seiring bertambahnya jumlah pemain padel. PBPI Kaltim perlu memilah pemain yang mengejar prestasi dengan mereka yang bermain untuk rekreasi maupun sekadar berolahraga bersama komunitas.

“Tantangannya itu adalah bagaimana memilah pemain-pemain yang benar-benar pemain pro, pemain yang hanya mencari perkumpulan bersama teman-teman dan juga antusias mereka yang hanya ingin berolahraga saja,” ujarnya.

Bermot menilai tingginya minat masyarakat menjadi salah satu modal pengembangan padel di Kaltim. Olahraga yang relatif baru tersebut kini dimainkan berbagai kalangan sehingga peluang menemukan bibit atlet semakin terbuka.

“Olahraga ini olahraga baru dan digandrungi banyak sekali semua kalangan. Jadi tidak memandang kalangan,” katanya.

Pembinaan PBPI Kaltim selanjutnya diarahkan untuk membentuk kekuatan yang dapat bersaing di tingkat nasional. Pemain terbaik nantinya diproyeksikan memperkuat kontingen Kaltim pada PON.

“Karena tujuan kita itu adalah di PON nanti Kaltim mengirim atlet terbaiknya. Kita mendukung program dari Pak Gubernur dan juga dari KONI, yaitu tiga besar,” tuturnya.

Perkembangan padel secara nasional juga membuka jalur kompetisi yang lebih luas bagi atlet. Setelah sebelumnya tampil sebagai cabang eksibisi pada ajang di Aceh, padel kini telah diperlombakan dan atlet Indonesia mulai tampil di level internasional, termasuk Asian Games.

“Dan sekarang sudah diakui. Saat ini juga pemain-pemain untuk internasional kita sudah bermain di Asian Games. Sudah diperlombakan. Jadi cukup sangat signifikan perkembangan padel di Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Padel Berpeluang Masuk Eksibisi Porprov VIII Kaltim 2026

Saat ini, PBPI Kaltim mencatat enam daerah yang mengikuti pembinaan. Dari wilayah tersebut, organisasi masih melakukan pemetaan untuk melihat komposisi pemain serta potensi yang dapat dikembangkan.

Pembinaan juga dilakukan melalui klub masing-masing. Atlet yang telah terdata akan dipantau perkembangannya, sementara PBPI Kaltim terus mencari pemain yang sesuai dengan kebutuhan skuad prestasi daerah.

Mandat kepengurusan PBPI Kaltim diperbarui pada awal September 2026. Sebelumnya, mandat diberikan kepada Anderiy Syachrum yang kini terpilih sebagai Ketua KONI Kaltim. Mandat tersebut kemudian direvisi dan diperbarui kepada Bermot Silitonga.

Dengan sekitar 30 pemain profesional yang telah dipetakan, PBPI Kaltim kini memiliki basis awal untuk menyusun kekuatan menuju kompetisi nasional. Tahap berikutnya adalah memantau perkembangan masing-masing atlet dan menentukan komposisi pemain yang akan dipersiapkan membawa nama Kaltim di PON.

Editor : Muhammad Ridhuan
padel Kaltim PBPI Kaltim Bermot Silitonga KONI kaltim pon