BALIKPAPAN – Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Balikpapan kembali menghadirkan wadah pembinaan bagi atlet pelajar melalui Kejuaraan Bola Tangan Pantai (Kejurball Beach) 2026. Kejuaraan berlangsung di Lapangan Pasir, Balikpapan Tennis Stadium (BTS), mulai Kamis (1/10) hingga Minggu (11/10).
Ajang tersebut mendapat antusiasme tinggi dari pelajar. Ketua ABTI Balikpapan Suraji menyebut sebanyak 120 tim ambil bagian, terdiri dari 46 tim SD, 37 tim SMP, serta 19 tim SMA/SMK.
“Alhamdulillah antusiasnya luar biasa sekali. Kami tidak menyangka kalau pesertanya melebihi perkiraan, khususnya di kategori SD,” jelas Suraji.
Menurut dia, kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi ruang pembinaan dan penjaringan atlet muda, tetapi juga bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 di Kabupaten Paser.
Sejumlah atlet tingkat SMA yang tampil dalam kejuaraan tersebut diproyeksikan memperkuat skuad Balikpapan pada ajang multiolahraga yang berlangsung November mendatang.
Selain Porprov, Kejurball Beach 2026 juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Pantai I/2026 di DKI Jakarta.
Baca Juga: Borong 3 Emas dan 1 Perak, Tim Bola Tangan Kaltim Juara Umum Kejurnas Junior 2026
“Kami akan siapkan atlet terbaik untuk bisa memperkuat tim Kaltim. Ada tambahan dari daerah lain, tapi yang jelas 85 persen pemain dari Balikpapan,” kata Suraji.
Wakil Sekretaris VII KONI Balikpapan Sofyan yang turut hadir menyebut kejuaraan yang digelar secara kontinu tersebut menjadi salah satu ruang untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial.
Menurut dia, kompetisi yang rutin digelar dapat menjaga keberlanjutan pembinaan sekaligus membuka peluang bagi atlet muda untuk berkembang dan meraih prestasi.
“Dengan adanya kejuaraan seperti ini, regenerasi atlet juga berjalan,” ujarnya.
Mewakili Pemkot Balikpapan, Kepala Disparpora Balikpapan Ratih Kusuma hadir membuka kejuaraan secara resmi. Dia mengapresiasi komitmen ABTI Balikpapan yang rutin menggelar kompetisi tersebut setiap tahun.
Ratih menilai Kejurball Beach juga menjadi momentum bagi atlet pelajar untuk memperluas silaturahmi sekaligus meningkatkan kemampuan dan prestasi.
“Harapannya, para atlet tetap menjunjung tinggi sportivitas. Kalah menang biasa, yang terpenting momentum ini bisa dimanfaatkan untuk terus mengasah kemampuan,” pungkasnya.
Kategori SD berlangsung pada 1–4 Oktober. Sementara kategori SMP dan SMA/SMK dijadwalkan pada 8–11 Oktober. Pertandingan menggunakan sistem gugur, sedangkan kategori putri SMA menerapkan format setengah kompetisi.
Editor : Muhammad Ridhuan