KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – SMP IT Istiqamah Balikpapan datang dengan target realistis di Student Basketball League (SBL). Sejak pertandingan pertama babak penyisihan, skuad asuhan Ady Prianto hanya memburu menit bermain dan pengalaman bertanding.
Namun, tampil tanpa target muluk justru membuat Kiano dkk bermain tanpa tekanan. Babak penyisihan berhasil dilalui dengan baik hingga mereka lolos ke semifinal. Dalam perebutan tiket final, Ady kembali mengingatkan para pemainnya untuk tampil tanpa beban.
Meski di atas kertas SMP 1 Samarinda lebih diunggulkan, SMP IT Istiqamah Balikpapan berhasil menyegel tiket final. Pada partai pamungkas, SMP IT Istiqamah Balikpapan harus mengakui kualitas Spansa Balikpapan yang memang sudah siap menghadapi turnamen ini.
Baca Juga: Messi Kembali ke Monumental untuk Satu Tarian Terakhir Bersama Argentina
"Spansa Balikpapan tim bagus, mereka sudah siap di turnamen ini. Secara kualitas jelas kami di bawah mereka dan terbukti dari hasil pertandingan di final," terang Ady.
Meski gagal menjuarai SBL, Ady tetap mengapresiasi penampilan para pemainnya secara keseluruhan. Menurutnya, keberhasilan mencapai final menjadi bukti mentalitas anak-anak Istiqamah cukup baik.
"Saya tetap bangga dengan pemain di tim ini. Mereka tidak juara turnamen, tapi mentalitasnya sangat luar biasa. Semoga ke depan kami bisa lebih baik lagi," pungkas Ady. (*)
Editor : Ery Supriyadi