KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Student Basketball League (SBL) resmi berakhir. Namun, kesan positif dari gelaran perdana tersebut masih terasa.
Meski baru pertama kali digelar, format kompetisi SBL mendapat banyak apresiasi dari para pelatih yang ambil bagian. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penerapan waktu bersih dalam pertandingan.
Tak hanya itu, SBL juga menggunakan sistem setengah kompetisi. Artinya, tim yang kalah masih memiliki kesempatan untuk kembali bertanding dan tidak langsung tersingkir.
Baca Juga: Kabut Asap Karhutla Memburuk, Disdikbud Kutim Kembali Alihkan Sekolah ke Pembelajaran Daring
Format tersebut membuat SBL tidak sekadar mengejar prestasi. Para pemain juga mendapat lebih banyak menit bermain sekaligus pengalaman bertanding.
Pelatih SMAN 1 Samarinda, Reza Roesmana, menilai format yang diterapkan SBL sangat baik untuk mendukung pembinaan sekaligus prestasi pemain.
Menurutnya, format tersebut juga sejalan dengan sistem yang diterapkan Perbasi Kaltim dalam Kaltim Basketball League (KBL) dan Kejurda Antarklub.
“SBL bagus, event-nya rapi dan terorganisasi dengan baik. Format waktu penuh juga sangat baik untuk pengalaman bermain pemain kita. Semoga DBL bisa mengadopsi ini,” ungkap Reza.
Senada, pelatih SMP IT Istiqamah Balikpapan, Ady Prianto, menyebut SBL sebagai turnamen pendatang baru yang langsung mampu menarik perhatian peserta.
Ady berharap kompetisi tersebut kembali digelar pada tahun depan dan dapat menjadi agenda rutin.
Baca Juga: Dari Riset ke Aksi, Pangan Lokal Ikan Gabus dan Kecipir untuk Cegah Anak Gizi Kurang
“Untuk event yang baru pertama kali digelar, SBL keren sih. Formatnya bagus banget, standarnya juga sudah nasional. Semoga ini bisa terus berlangsung dan menjadi agenda rutin,” ucap Ady.
Meski memberikan apresiasi, Ady tetap menyampaikan masukan kepada penyelenggara. Salah satunya terkait fasilitas pertandingan, khususnya ring yang digunakan.
“Masukannya soal ring, semoga tahun depan bisa menggunakan yang lebih standar. Tapi secara keseluruhan kami puas dengan event ini,” tukas Ady. (*)
Editor : Ery Supriyadi