KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Langkah atlet muda Balikpapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 mendapat tambahan bekal dari ajang nasional. Atlet Nusantara Inline Skate Balikpapan, Arsyila Shazfa Rizkya atau Caca, berhasil membawa pulang medali perunggu dari Indonesia Roller Speed Seri 1 Piala Bantul 2026.
Berlaga di Bantul, Yogyakarta, 2–4 Oktober, Caca yang masih berusia sembilan tahun meraih medali perunggu pada nomor DTT 200 meter Speed KU B. Raihan tersebut sekaligus menjadi medali individu keduanya di kejuaraan nasional.
Pelatih sekaligus pengelola Nusantara Inline Skate Balikpapan, Ari Pramono, melihat hasil tersebut sebagai bagian dari proses yang sedang dijalani Caca. Menurutnya, perkembangan atlet membutuhkan waktu, terutama untuk membangun kemampuan sekaligus pengalaman bertanding.
Baca Juga: Dana TC Tahap II Cair, Kontingen Kutai Barat Mulai Matangkan Strategi Porprov
“Perkembangannya enggak cepat, tapi ada gitu lah. Kayaknya ada yang bisa dibanggakan untuk Kota Balikpapan dari sepatu roda,” kata Ari.
Karena itu, pengalaman bertanding menjadi bagian dari pembinaan yang terus diberikan. Atlet tidak hanya berlatih di Balikpapan, tetapi juga mendapat kesempatan mengikuti kejuaraan di luar daerah untuk menambah jam terbang.
“Setiap tahun itu kita bisa satu atau dua kali ke Jawa. Terakhir itu kita ke Semarang,” ujarnya.
Pengalaman dari berbagai kejuaraan tersebut menjadi penting bagi Caca sebelum menghadapi persaingan berikutnya. Setelah Piala Bantul, fokus persiapan diarahkan menuju Porprov yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Untuk menjaga kesiapan, Caca menjalani latihan enam kali dalam sepekan. Sesi latihan dilakukan pagi dan sore, mencakup latihan on-skate maupun off-skate, dengan Senin menjadi waktu istirahat.
Kondisi fisik juga menjadi perhatian dalam proses persiapan. Saat tampil di Bantul, Caca sempat kurang fit karena cuaca yang cukup panas. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya berhenti. Caca tetap mampu menyelesaikan perlombaan hingga meraih medali.
Baca Juga: Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Kaltim, Kabut Asap Selimuti Tana Paser
Ibu Caca mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari latihan yang konsisten. Di tengah aktivitas sekolah, Caca tetap berusaha menjaga rutinitas latihan dan kondisi tubuh.
“Latihan yang konsisten, makan yang bernutrisi, dan tidur yang cukup adalah kunci,” ujarnya.
Bagi Ari, persiapan menuju kompetisi tidak hanya menjadi tanggung jawab atlet dan pelatih. Dukungan orang tua hingga pemerintah juga diperlukan agar proses pembinaan dapat berjalan lebih baik.
“Jadi mungkin dari atlet, dari orang tua, dari pelatih, dari pemerintah harus sama-sama support kalau memang mau sepatu roda di Balikpapan ini berkembang,” katanya.
Raihan medali di Piala Bantul menjadi pengalaman tambahan bagi Caca sebelum turun pada Porprov November mendatang. Dengan latihan yang terus berjalan, pengalaman dari tingkat nasional diharapkan dapat menjadi bekal menghadapi persaingan di tingkat provinsi. (*)
Editor : Ery Supriyadi