Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

KONI Kukar Dukung Aturan Mutasi Atlet di Porprov VIII/2026

Ery Supriyadi • Kamis, 1 Februari 2024 | 21:13 WIB
BAHAS PORPROV: Ketua KONI Kukar Rahman (kedua kanan) mengikuti rakor KONI Kaltim, Rabu (31/1).
BAHAS PORPROV: Ketua KONI Kukar Rahman (kedua kanan) mengikuti rakor KONI Kaltim, Rabu (31/1).

SAMARINDA - Jelang agenda rapat kerja provinsi (rakerprov) KONI Kaltim pada 24 Februari mendatang, KONI Kaltim terlebih dulu menggelar rapat koordinasi (rakor) yang dihadiri perwakilan KONI kabupaten/kota. Rakor digelar di Ruang Rapat KONI Kaltim, Jalan Kusuma Bangsa, Samarinda, Rabu (31/1). Dari semua perwakilan, hanya KONI Mahakam Ulu yang absen.

Rakor dilakukan untuk mencetuskan beberapa masukan yang nantinya dimatangkan di rakerprov bersama seluruh pengurus cabang olahraga (cabor). Ada beberapa usulan pada rakor tersebut. Satu di antaranya terkait aturan mutasi atlet yang selama ini sering dilakukan daerah demi mendongkrak prestasi ketika perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII/2026 Kaltim yang berlangsung di Paser.

Kendati demikian, mutasi atlet terkadang hanya menguntungkan daerah. Adapun kontribusi untuk Kaltim nihil. Terkadang satu daerah melakukan mutasi atlet dari luar Kaltim. Walhasil, ketika selesai porprov, atlet tersebut akan kembali ke daerah asal. Demi menghindari hal seperti itu, KONI Kaltim memandang perlunya kesepahaman seluruh KONI kabupaten/kota terkait mutasi atlet ini.

Wakil Ketua I KONI Kaltim Ego Arifin mengatakan, mutasi atlet bukan hal yang salah. Namun, dengan catatan, atlet yang dimutasi merupakan atlet Kaltim. Jadi, ketika berhasil menjadi juara porprov, atlet yang bersangkutan bisa tetap memperkuat Bumi Etam di PON. “Yang salah itu kalau mutasinya atlet luar Kaltim, mereka hanya meninggalkan medali saja tapi atletnya tidak bisa kita daftarkan di PON, kan percuma,” ungkap Ego.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KONI Kutai Kartanegara (Kukar) Rahman menyambut baik. Dia menilai, mutasi atlet dari luar Kaltim harus dihentikan, apapun alasannya. Pria yang akrab disapa Maman itu menuturkan, sudah saatnya Kaltim memberikan kepercayaan penuh kepada putra daerahnya. “Kami pada prinsipnya setuju bahwa mutasi atlet dari luar Kaltim harus distop. Percuma jika satu daerah berhasil juara umum misalnya, tapi atletnya tidak bisa didaftarkan sebagai kontingen PON Kaltim. Ini harus jadi perhatian bersama, baik dari KONI daerah maupun pengurus cabor,” ucap Maman. (don/er/k16)

 

Editor : Ery Supriyadi
#KONI kaltim #KONI Kutai Kartanegara