Menurut informasi dari panitia pelatda, atlet tersebut bernama Mathilda Goa dari cabang olahraga kickboxing. Tindak penipuan itu terungkap ketika joki tersebut hendak menjalani tes kesehatan. Tim medis curiga karena dia tidak mampu menunjukkan identitas seperti ID card dari panitia pelatda hingga kartu tanda penduduk (KTP).
“Setelah ditelusuri, diketahui bahwa yang bersangkutan bukanlah atlet yang terdaftar dalam SK pelatda,” ucap Komandan Pelatda Kaltim Ego Arifin. Hal tersebut tentu menyesakkan. Sebab, dunia olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas, dinodai oleh tindakan yang melanggar etika dan aturan sebagai patriot olahraga.
Panitia pelatda langsung mengklarifikasi temuan tersebut ke pelatih cabor bersangkutan. Dan, sang pelatih membenarkan. Mirisnya, sang pelatih justru yang menginstruksikan si atlet menggunakan jasa joki untuk menjalani tes kesehatan. “Tindakan itu diambil karena sang atlet yang asli berada di Jawa Barat karena pekerjaan. Tetapi bukan itu konteksnya. Ini pelanggaran sehingga kami bergerak cepat untuk mengatasi hal ini,” urai Ego.
Setelah temuan tersebut, tim pelatda Kaltim langsung berkoordinasi dengan tim teknis dari Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Kaltim. Kesimpulannya, mereka merekomendasikan agar atlet bersangkutan dicoret. Untuk diketahui, atlet tersebut meraih medali perak di Babak Kualifikasi PON, Oktober 2023.(er/k16)
RENDY FAUZAN
Editor : Ery Supriyadi