SAMARINDA -Keberhasilan layar menjadi juara umum dalam dua edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) menjadikannya cabang olahraga (cabor) andalan. Keuntungannya, layar mendapat keistimewaan melakoni try out, baik dalam maupun luar negeri.
KONI Kaltim melakukan monitoring pemusatan latihan daerah (pelatda) layar di Tanjung Batu, Berau, Sabtu (19/5). Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum KONI Kaltim Rusdiansyah Aras memberikan apresiasi kepada layar atas prestasi yang selama ini diberikan untuk Benua Etam.
Masuk kategori cabor andalan, Rusdi mengatakan bahwa KONI Kaltim siap memenuhi kebutuhan layar. Termasuk rencana try out di dalam dan luar negeri.
“Alhamdulillah, kami tak salah memilih Tanjung Batu yang sumber atletnya tak terbatas. Saat ini saja kami membina sekitar 80 atlet. Mulai tingkat SD. Semoga ini bisa terus memberikan kebanggaan bagi atlet, orangtua, sekolah, dan semua stakeholder yang terlibat,” ujar Teddy.
Agenda monitoring sejatinya dihadiri Ketua Kontingen Kaltim Isran Noor. Gubernur Kaltim periode 2018-2023 itu tertarik untuk melihat secara langsung anak-anak Tanjung Batu melaksanakan persiapan jelang PON XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara.
Namun, jadwal yang telah tersusun rapi itu urung terlaksana. Pada hari yang sama, jadwal penerbangan dari Jakarta ke Berau dibatalkan. Walhasil, Isran tak bisa menghadiri acara monitoring tersebut.
“Seyogianya beliau (Isran Noor) sangat ingin hadir. Tapi karena terkendala transportasi, saya mewakili ketua kontingen memohonkan maaf. Tapi, beliau menitipkan pesan, bahwa kalian tetap ada di hatinya dan akan mendampingi perjuangan Kaltim di PON nanti,” ucap Rusdi.
Menutup acara monitoring dan silaturahmi, Isran Noor menitipkan amanah untuk membagikan paket sembako. Paket ini diberikan khususnya kepada orangtua atlet serta warga kurang mampu di sekitar venue layar di Tanjung Batu. “Paket ini merupakan wujud apresiasi dan terima kasih ketua kontingen atas apa yang sudah diberikan layar untuk Kaltim,” tutup Rusdi.(k16)
Editor : Ery Supriyadi