Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Tidak Ada Kejelasan Gaji dari Manajemen Paser United

Oktavia Megaria • Rabu, 12 Juni 2024 | 16:25 WIB
BUTUH KEADILAN : Kapten Tim Paser United Wawan Sama (berdiri, kanan) bersama rekan-rekannya saat gelaran Liga 3 Kaltim. (ist)
BUTUH KEADILAN : Kapten Tim Paser United Wawan Sama (berdiri, kanan) bersama rekan-rekannya saat gelaran Liga 3 Kaltim. (ist)


KALTIMPOST.ID, Nasib pemain dan pelatih Paser United cukup mengkhawatirkan. Pasalnya, klub Liga 3 asal Kaltim tersebut masih menanti kejelasan terkait gaji yang tertunda.

Tunggakan gaji ini dialami mereka sejak Paser United kalah di babak empat besar, dan Liga 3 Kaltim berakhir. Manajemen tidak memenuhi kewajiban mereka untuk memberikan hak pemain.


Kapten Tim Paser United Wawan Sama mengatakan, dirinya hanya mendapat separuh bayaran dari nilai kontrak yang diberikan.


“Ada juga yang hanya mendapat bahkan di bawah setengah persen. Jadi, berbeda-beda setiap pemain. Kalau saya hanya separuhnya,” ujarnya.


Tak sampai di sana, ia berkata, bonus-bonus yang sebelumnya tertuang dalam kontrak pun tidak diberikan sama sekali. Artinya setelah selesai zona Kaltim, tim dibubarkan begitu saja sekitar Maret lalu.


Padahal, lanjut dia, mereka bermain sejak Januari lalu. Di putaran grup, tim mereka meraih peringkat satu. Akan tetapi saat di babak semifinal, mereka memang hanya meraih posisi keempat.


“Setelah itu, hak-hak pemain tidak diberikan manajemen,” tambahnya.
Wawan menambahkan, saat ini seluruh pemain dan tim pelatih hanya bisa menanti nasib mereka.

Sementara, beberapa pemain sudah pulang ke daerah masing-masing.
Kekecewaan ini juga disampaikan oleh Pelatih Paser United Herman Rante.

Menurutnya, sejak awal pembentukan tim, Paser United sudah mengalami kendala. Pada tahap seleksi pemain, pelatih lokal di Paser enggan mengirimkan pemain mereka dikarenakan mereka memang tim yang masih baru.


Lebih lanjut, dia menyampaikan total tunggakan gaji yang harus dibayarkan manajemen yakni sekitar Rp 200 juta. Dengan rincian 28 pemain dan 14 staf pelatih yang terdampak.


“Padahal kami sudah berjuang keras, tetapi manajemen tidak memenuhi janji. Semoga situasi ini segera diselesaikan,” harapnya.


Herman menuturkan, para pemain dan pelatih hanya ingin apa yang sudah dijanjikan manajemen segera dipenuhi, demi keberlangsungan karier dan prestasi tim.

Terlebih, saat launching tim, Pemkab Paser juga hadir. Meski tidak merebut gelar juara, setidaknya tim tersebut bisa membawa kebanggaan bagi Paser.


Dia juga mengakui, mereka sempat bertahan kurang lebih dua minggu untuk menunggu kepastian.


“Tetapi, kami malah disuruh kembali ke daerah masing-masing,” pungkas mantan pemain Liga Indonesia era perserikatan ini. (okt/waz)

Editor : Dwi Puspitarini