Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pelatih Maroko Sukarela Bantu Kick Boxing Kaltim Bersiap menuju PON XXI/2024 Aceh-Sumut

Rendy Fauzan • Kamis, 27 Juni 2024 | 19:33 WIB
MOMEN BERHARGA: Abdul Kareem tampak serius membimbing para atlet kick boxing Kaltim dalam latihan di Gedung Behempas, Samarinda, Kamis (27/6).
MOMEN BERHARGA: Abdul Kareem tampak serius membimbing para atlet kick boxing Kaltim dalam latihan di Gedung Behempas, Samarinda, Kamis (27/6).

KALTIMPOST.ID—Ada suasana berbeda yang tersaji ketika tim kick boxing Kaltim menjalani latihan di Gedung Behempas, kompleks GOR Segiri, Samarinda, Kamis (27/6) sore. Di antara dua atlet yang sedang berlatih di atas ring, seseorang berwajah ala Arab-Eropa tampak serius menyertai proses latihan tersebut.
Dialah Abdul Kareem. Seorang pria paruh baya kelahiran Maroko. Kini sedang bermukim di Dubai, Uni Emirat Arab. Beristri orang Kaltim.
Bukan sembarang pria paruh baya. Menurut cerita, dia adalah mantan petarung kick boxing dan mixed martial art (MMA). Masa lalunya itu tergambar dari gerakannya. Tendangannya terukur dan keras ke titik vital, jab hingga straightnya solid menerobos pertahanan.
Dia datang ke latihan secara sukarela. Dibawa oleh pelatih kick boxing Kaltim Ricky Asriel Refualu, berkat bantuan rekan mancanegaranya yang menjadi penghubung mereka. “Kami minta tolong beliau untuk membantu kami agar bisa semakin siap menghadapi PON (Pekan Olahraga Nasional) XXI/2024 Aceh-Sumut (Sumatra Utara). Alhamdulillah beliau bersedia,” jelas Ricky.
Pihaknya sangat beruntung bisa mendapat kesempatan tersebut. Sebab, MMA di daerah seperti Maroko atau beberapa negara di Eropa yang tidak jauh dari sana, sedang berkembang pesat. “Seperti Belanda, dan negara pecahan Rusia seperti Uzbekistan. Mereka lagi bagus,” urai dia.
Tidak ada ikatan kontrak yang menjembatani kehadiran “pelatih” dadakan tersebut. Murni hasil komunikasi yang baik antara kedua pihak. “Jujur kalau disuruh bayar, kami tidak ada dana. Tetapi beliau dengan senang hati membantu kami. Beliau siap mengevaluasi perkembangan para atlet, apakah tekniknya sudah benar. Kalau belum, beliau bersedia menyempurnakan. Sukarela,” tegasnya.
Kalau boleh berharap, Ricky ini kebersamaan itu bisa bertahan hingga menjelang PON. Toh, saat ini sudah memasuki persiapan khusus. Akan banyak sparring yang mereka gelar. Otomatis rentang waktu berlatih menjadi lebih jarang, dan lebih banyak menjaga fisik dan kondisi. “Jadi, harapannya ketika ada sparring, beliau hadir untuk menyaksikan. Saat ini baru dua kali menyertai latihan kami,”
Menurut rencana, sepekan ke depan, beliau akan bertahan di Samarinda. Waktu yang singkat itu akan coba mereka maksimalkan untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya. “Kalau bahasa, enggak kesulitan. Dia bisa berbahasa inggris. Atlet kita juga rata-rata sarjana, jadi kemampuan bahasa inggrisnya juga lumayan bisa mengimbangi,” tuntas dia.

Editor : Rendy Fauzan