Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

KONI Kaltim Kukuhkan Manajer Cabor, Berperan Sentral Bangun Kekompakan tim di PON XXI/2024 Aceh-Sumut

Rendy Fauzan • Senin, 1 Juli 2024 | 20:18 WIB
PENGAYOM: Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras (kedua kanan) bersama jajaran memberi arahan kepada para manajer cabor yang baru dikukuhkan Senin (1/7).
PENGAYOM: Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras (kedua kanan) bersama jajaran memberi arahan kepada para manajer cabor yang baru dikukuhkan Senin (1/7).

KALTIMPOST.ID—Manajer di tim olahraga berperan penting memastikan anggotanya dalam keadaan nyaman sebelum, saat, dan sesudah bertanding. Hal itu menjadi atensi KONI Kaltim menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara. Senin (1/7), mereka mengukuhkan para manajer untuk mendampingi tiap-tiap cabang olahraga (cabor) di multiajang olahraga nasional empat tahunan tersebut.

Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras mengatakan, manajer memiliki peran hampir mirip dengan pelatih. Bedanya, pelatih berfokus kepada program dan pengembangan kepelatihan, dan fokus ke teknis pertandingan.

“Sedangkan manajer bertugas merangkul secara keseluruhan, kemudian memenuhi segala kebutuhan demi memastikan kenyamanan tim,” terangnya saat membuat rapat koordinasi dengan para manajer cabor di ruang rapat KONI Kaltim, Jalan Kusuma Bangsa, Samarinda, Senin (1/7).

Rusdi menjelaskan, berbagai hal telah diupayakan KONI Kaltim untuk menjaga motivasi para atlet dan pelatih. Mulai mengawal persetujuan bonus Rp 300 juta untuk peraih emas ke Pemprov Kaltim. Ditambah pula Rp 40 juta yang diterima di lokasi pertandingan setelah dipastikan meraih medali emas.

“Nah, terlepas dari upaya-upaya dari KONI, manajer memegang kunci penting untuk memastikan semua berjalan sesuai aturan,” tegasnya. Sebagai contoh, manajer berkewajiban untuk memastikan gizi para atlet terpenuhi sepanjang berkompetisi. “Kebutuhan kalori harian atlet mencapai 4.000-4.500. Nah, manajer harus mengecek itu, apakah benar yang diberikan sudah sesuai kebutuhan,” imbuhnya.

Memastikan tim tak melanggar regulasi penting lainnya sepanjang pelaksanaan PON juga jadi kewajiban manajer. “Itulah mengapa manajer perlu memahami benar THB (technical hand book). Tetapi untuk ini, kita juga belum menerima dari pusat. Jadi, kita masih menunggu,” ucap dia.

Saat ini mereka telah mengukuhkan 59 manajer cabor. Sesuai jumlah cabor di mana Kaltim akan ambil bagian di PON 2024 nanti. “Kalaupun setiap cabor ada lebih dari satu tim, untuk kasus cabor beregu, tetap ditangani seorang manajer. Jadi per cabor hanya ada satu manajer,” ucapnya.

Untuk memudahkan tugas manajer, KONI Kaltim juga sudah mengambil kebijakan, yakni memberi mereka dana operasional. “Kita belajar dari PON XX/2021 Papua. Saat itu, ketika manajer ingin memenuhi kebutuhan atlet, mereka harus koordinasi dulu ke koordinator wilayah. Nah, kali ini kita sederhanakan, manajer akan dibekali dana agar proses pemenuhan kebutuhannya bisa lebih sederhana,” tegas Rusdi.

Mengenai besarannya, bervariasi, menyesuaikan komposisi di tiap-tiap cabor. “Radius dana yang akan diberikan di sekitar Rp 5-25 juta. Nanti akan disesuaikan berdasarkan kapasitas cabor. Dan, yang harus diingat, dana tersebut akan dipertanggungjawabkan. Karena itu, para manajer juga harus membuat laporan pertanggungjawaban yang akuntabel. Nanti akan ada bimtek (bimbingan teknis) dari audit internal agar manajer paham tata kelola pelaporannya,” jelas dia.

Pertemuan tersebut dilanjutkan dengan paparan dari komandan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) KONI Kaltim Ego Arifin. Pada kesempatan tersebut, dirinya menjelaskan seputar detail informasi yang diterima, berdasarkan hasil Chef de Mission di Aceh dan Sumatra Utara, pekan lalu.

Detail yang dimaksud yakni seputar waktu pelaksanaan pertandingan tiap-tiap cabor, venue pertandingan, akomodasi kontingen, dan hal-hal lainnya. “Untuk venue pertandingan, ada beberapa yang kemungkinan akan direvisi. Itu yang membuat sampai saat ini THB belum dibagikan. Itu masih menunggu hasil rakernas (rapat kerja nasional) KONI pusat di Jakarta, pekan ini.”

“Jadi untuk beberapa cabor yang kemungkinan akan dipindah, baru akan ada kejelasan setelah rakernas nanti,” tegas pria yang juga wakil ketua I KONI Kaltim tersebut. Karena itu, setelah rakernas, pihaknya berencana kembali mengumpulkan para manajer, untuk memperbarui informasi yang sudah valid dari rakernas KONI pusat.

Editor : Rendy Fauzan
#KONI kaltim #Rusdiansyah Aras