Keputusan tersebut tentu mengejutkan banyak pihak. Tetapi tidak sedikit pula yang sudah menebak tentang kepergiannya. Gejala dirinya menarik diri dari aktivitas tim sudah terlihat ketika Pesut Etam memulai perjuangan di championship series pada liga musim lalu. Dirinya tidak lagi terlihat di tepi lapangan.
Padahal, di luar performa tim secara menyeluruh, aksi individunya yang paling ditunggu para penonton. Dari tepi lapangan, dirinya bisa memecah konsentrasi tim lawan yang duduk di bench tamu. Begitu juga di ruang ganti.
Dia adalah motivator andal yang mampu membuat bulu kuduk pemain bergidik karena semangatnya terpompa hingga meledak di lapangan. Dia disebut sebagai salah satu kunci kesuksesan Borneo FC Samarinda mengangkat trofi regular series pada musim lalu.
Lantas apa yang mendasari keputusannya untuk undur diri? Pertama, kekecewaan atas hasil timnya finis di peringkat ketiga championship series. Sebab, di awal, dirinya menargetkan bisa mengantarkan Borneo FC Samarinda menjadi juara pada musim di mana tim berusia kesepuluh tahun itu.
"Walau akhirnya bisa di peringkat tiga, tapi ini bukan hasil yang saya inginkan. Karena kalau saya pribadi, bicara target itu harus terpenuhi," ucap Dandri.
Untuk memulihkan luka itu, menurut Dandri, undur diri adalah pilihan terbaik. Dia ingin merenung sejenak. Menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga menurutnya adalah healing terbaik.
Ya, sejak menangani tim, dirinya memang “jarang” di rumah. Harus menemani tim ketika bertandang. Bahkan, ketika di rumah, dirinya harus terus memikirkan bagaimana agar tim bisa terus eksis.
"Saya ingin punya ruang untuk merenung dan fokus ke keluarga. Apalagi anak saya tahun ini sudah masuk SD, jadi bisa ada waktu buat antar-jemput," ungkap salah satu tokoh pemuda di Samarinda tersebut.
Dandri pun berterima kasih atas kesediaan klub untuk mengabulkan keinginannya. Serta dukungan dan kepercayaan suporter atas kinerjanya selama ini.
Ia juga memohon maaf, jika selama memegang posisi sebagai manajer, ada hal-hal yang sekiranya kurang berkenan.
"Terima kasih saya khususnya untuk ketua, sekaligus orangtua, ayahanda Said Amin dan adik saya Nabil Husien. Selamat juga saya sampaikan untuk Bang Farid yang sudah ditunjuk untuk menggantikan posisi sebagai manajer tim, selamat bekerja," lanjutnya.
Tak lupa, Dandri juga menyampaikan harapan kepada Borneo FC untuk bisa lebih sukses di musim ini. Apalagi, tahun ini Pesut Etam akan berlaga di dua kompetisi sekaligus.
"Juga buat teman-teman suporter, meski saya tak lagi di manajemen, tapi tetap kita bersama-sama mendukung tim kesayangan ini. Insyaallah, saya akan usahakan hadir setiap Borneo main di Balikpapan atau Samarinda. Itu Dia akan terus ada," tuntasnya.
Editor : Uways Alqadrie