KALTIMPOST.ID, Penjaga gawang FC Dallas, Maarten Paes, harus menunda debutnya bersama tim nasional Indonesia meski telah menyelesaikan sengketa perpindahan federasi dari Belanda ke Indonesia.
Meskipun secara administratif sudah memenuhi syarat untuk memperkuat Garuda, Paes belum dapat tampil dalam laga perdana Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Arab Saudi pada 6 September mendatang.
Penundaan debut Paes bukan karena masalah teknis, melainkan disebabkan oleh batas waktu pendaftaran pemain untuk pertandingan pertama Grup C yang sudah ditutup sebelum proses administrasi Paes selesai.
"AFC memiliki aturan yang jelas. Pemain harus didaftarkan untuk pertandingan pertama pada 5 Agustus, sedangkan proses perpindahan Maarten Paes baru selesai pada 18 Agustus," ujar Arya Sinulingga, anggota Komite Eksekutif PSSI.
Meski harus absen dalam laga penting melawan Arab Saudi, Maarten Paes dipastikan akan masuk dalam skuad Indonesia saat berhadapan dengan Australia pada 10 September di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Pertandingan ini menjadi krusial karena akan menentukan peluang Indonesia dalam melaju ke babak berikutnya.
"Kami sudah memastikan tidak ada masalah dalam pendaftaran Maarten Paes untuk pertandingan melawan Australia. Berdasarkan aturan AFC, pemain bisa didaftarkan tujuh hari sebelum pertandingan. Jadi, batas pendaftaran untuk laga melawan Australia adalah 3 September, dan dia sudah bisa bermain," tambah Arya.
Dengan absennya Maarten Paes di laga perdana, tim nasional Indonesia harus fokus memaksimalkan performa penjaga gawang lainnya.
Namun, kehadiran Paes di laga melawan Australia diharapkan dapat memperkuat lini pertahanan Garuda dalam menghadapi salah satu tim terkuat di zona Asia, The Socceroos.
Baca Juga: Pidato Perdana sebagai Ketum Golkar, Bahlil Lahadalia Peringatkan Kader Soal Raja Jawa
Pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong, mengungkapkan bahwa persiapan tim berjalan intensif, dan kehadiran Maarten Paes dalam laga kontra Australia akan memberikan tambahan motivasi bagi skuad Garuda.
"Kami siap menghadapi tantangan di Grup C. Kehadiran Paes di laga melawan Australia akan menjadi dorongan besar bagi tim," ujar Shin Tae-yong.
Grup C kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia menjadi salah satu grup yang paling kompetitif.
Selain Arab Saudi dan Australia, Indonesia juga harus menghadapi lawan-lawan tangguh lainnya.
Kesiapan mental dan fisik para pemain, ditambah dengan strategi yang tepat, akan menjadi kunci bagi Indonesia untuk meraih hasil maksimal dalam setiap pertandingan.
Kendati debut Maarten Paes harus ditunda, harapan tinggi tetap ada bahwa kiper berusia 26 tahun ini akan memberikan kontribusi besar saat melawan Australia.
Pertandingan tersebut tidak hanya menjadi kesempatan bagi Paes untuk menunjukkan kemampuannya, tetapi juga bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di Grup C. (*)
Editor : Dwi Puspitarini